“Kampanye ini merupakan langkah nyata industri untuk memperluas literasi dan inklusi reksa dana di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo menilai penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin mudahnya akses investasi digital.
“Reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang, bisa menjadi pintu masuk bagi investor pemula. Namun masyarakat tetap harus berhati-hati agar tidak terjebak investasi ilegal,” katanya.
Ia menegaskan sinergi antara regulator, pelaku industri, media, dan komunitas menjadi kunci untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong partisipasi investasi yang sehat dan berkelanjutan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





