Jateng

Turut Bersihkan Eceng Gondok di Rawapening, Bupati Semarang: Agar Tangkapan Ikan Nelayan Melimpah

×

Turut Bersihkan Eceng Gondok di Rawapening, Bupati Semarang: Agar Tangkapan Ikan Nelayan Melimpah

Sebarkan artikel ini
Eceng Gondok Rawapening

SEMARANG, beritajateng.tv – Kehadiran Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, pada kegiatan Save Rawapening #7 di kompleks destinasi wisata Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, bukan sekadar memimpin kegiatan secara seremonial.

Bersama Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini juga terjun langsung membaur dengan para relawan.

Dari atas kapal ponton pembersih, Bupati dan Dandim bahu-membahu turut menarik rumpun-rumpun eceng gondok menggunakan gancu ke atas konveyor. Hal itu agar bisa memindahkan eceng gondok ke atas ponton.

Aktivitas yang sama juga berlangsung serentak oleh anggota TNI, para relawan, serta masyarakat dengan menggunakan ponton lain di sekitar dermaga perahu wisata hingga TPI Rowoboni.

BACA JUGA: Aksi Save Rawapening #7, Ribuan Relawan Keroyokan Bersihkan Eceng Gondok di Area Danau

Pembersihan eceng gondok yang menutup permukaan danau Rawapening sebagian lagi menggunakan berky (ponton pendorong eceng gondok) maupun perahu nelayan setempat.

Ditemui usai kegiatan, Bupati Semarang mengungkapkan, selain sebagai bentuk dukungan kepada para relawan, hal itu ia lakukan untuk mengedukasi masyarakat.

“Kelestarian dan keberlanjutan danau Rawapening cukup penting. Itu harus terus kita jaga serta wariskan kepada anak cucu yang akan datang,” ungkapnya kepada awak media.

Bersihkan eceng gondok agar sumber daya perikanan Rawapening melimpah

Dari aspek sosioekonomi, kata Ngesti, danau Rawapening dengan kekayaan sumber daya di dalamnya merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Baik bagi sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya.

“Belum lagi dari aspek budaya dan sebagainya. Jika danau Rawapening ini bersih dari eceng gondok, maka sumber daya perikannya akan semakin melimpah. Maka nelayan Rawapening akan bisa mendapatkan hasil yang semakin banyak,” ujar Bupati.

Demikian halnya jika danau alam ini bersih dari gulma air tersebut. Maka, lanjut Ngesti, danau Rawapening akan menjadi lebih menarik dan sektor pariwisatanya akan bangkit karena semakin banyak wisatawan berdatangan.

“Hingga pada akhirnya, ekonomi akan bergerak dan semakin menggeliat. Maka segenap masyarakat yang ada di sekitar danau Rawapening ini juga akan semakin sejahtera,” tandasnya.

BACA JUGA: Kejurprov Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025: Atlet Jateng Hadapi Eceng Gondok di Rawapening

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Kampoeng Rawa, Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Rahmat Kristianto Adi, menambahkan, pekerjaan menyelamatkan danau Rawapening butuh kerja kolaboratif.

“Karena persoalan yang terjadi hari ini sudah semakin kompleks, mulai dari hulu hingga hilir. Maka butuh kesadaran bersama dari semua pihak untuk ‘pertobatan’ ekologis di Rawapening,” tuturnya.

Menurutnya, bagaimana agar tidak membuang sampah ke sungai, merawat bumi, menjaga aliran air yang masuk ke danau Rawapening, itu semua menjadi sangat penting.

“Kalau tidak menjaga semua ini, maka akan semakin rusak ekosistemnya. Kalau sampai ekosistem di danau Rawapening ini rusak, lalu apa yang akan akan kita wariskan kepada generasi penerus nanti?” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp