SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki awal tahun 2026, Batik Danar Hadi menghadirkan gebrakan baru melalui koleksi teranyar bertajuk “Sekar Setaman” yang bertema ragam hias bunga yang sejalan dengan tren global tahun ini.
Pagelaran busana tersebut memadukan palet pastel yang lembut dan elegan dengan teknik batik klasik serta sentuhan desain modern, dalam satu panggung yang sekaligus menyemarakkan perayaan Imlek dan menyambut Ramadan.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menjelaskan bahwa tema Sekar Setaman bukan sekadar eksplorasi visual motif floral, tetapi juga pesan mendalam tentang makna kehidupan.
“Melalui tema ‘Sekar Setaman’, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi juga ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman. Setiap motif bunga seperti Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar membawa filosofi hidup yang luhur,” ujar Diana usai fashion show di Hotel Tentrem Semarang pada Jumat, 13 Februari 2026.
BACA JUGA: Khairun Nisya Viral Usai Ketahuan Menyamar jadi Pramugari Batik Air, Berikut Profilnya
Menurutnya, seperti taman yang terdiri dari berbagai bunga berbeda namun tetap indah dalam satu kesatuan. Batik menjadi medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern. Koleksi ini sekaligus merefleksikan sosok perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna.
Empat Bunga, Empat Filosofi Kehidupan
Koleksi Sekar Setaman mengeksplorasi empat bunga utama dengan simbol kuat. Pertama adalah bunga seruni atau krisan, melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan. Kedua, ada Anggrek Bulan yang merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus.
Kemudian, bunga kenanga yang bermakna keluhuran budi, kesetiaan, dan kedamaian. Terakhir, bunga mawar sebagai simbol keindahan, cinta, dan romansa.
Filosofi tersebut dituangkan melalui teknik batik cap, tulis, hingga tulkom (tulis kombinasi) di atas material premium seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM. Palet warna solid dan pastel yang terpilih mengikuti tren warna 2026, menghadirkan kesan lembut, elegan, sekaligus menonjolkan detail motif bunga secara halus.
60 Koleksi, Six Sequence yang Mengalir
Sebanyak kurang lebih 60 koleksi tertampilkan dalam enam sequence yang terancang mengalir seperti perjalanan di dalam taman bunga.
Sequence pertama, Kain dan Selendang, menghadirkan reinterpretasi kebaya modern hasil kolaborasi dengan Svarna by IKAT Indonesia. Payet dan aplikasi bunga memperkaya tampilan, terpadukan dengan kain batik sutra dan selendang tenun mewah khas Jawa Tengah.
Sequence kedua, Clasican, menonjolkan cutting sederhana dengan motif klasik, merepresentasikan perempuan profesional yang elegan dan percaya diri.
Kemudian sequence ketiga, Chinese New Year (CNY), menjadi refleksi perayaan Tahun Baru Imlek dengan siluet feminin modern beraksen heongsam dan motif Bunga Seruni, terpadukan celana batik longgar.
Sequence berikutnya, Bunga Tanahan yang menghadirkan long tunik, dress, dan outer berbahan sutra crepe dengan detail beads halus, mengangkat keindahan bunga-bunga tanah Nusantara.
Pada Bunga Pastel, nuansa lembut tampil lewat blouse, dress, hingga abaya dengan detail renda dan lace. Selaras dengan momentum Ramadan yang berdekatan dengan Imlek tahun ini.
Sebagai klimaks, Bunga Tulis menghadirkan kemewahan batik tulis motif bunga besar untuk evening look eksklusif. Lengkap dengan lace, aplikasi, dan payet.
Diana mengakui, kedekatan perayaan Imlek dan Ramadan pada 2026 menjadi latar belakang konsep two in one dalam pagelaran ini.
“Karena Imlek dan Ramadan tahun ini berdekatan, kami mengakomodasi keduanya dalam satu fashion show. Jadi ini seperti two in one, merayakan Chinese New Year sekaligus menyambut Ramadan,” jelasnya.
BACA JUGA: Dari Jajanan Pasar hingga Batik, Puan Maharani Puji Keaslian Kampoeng Djadhoel
Melalui Sekar Setaman, Batik Danar Hadi ingin membidik hampir seluruh segmen pengguna batik. Ia menegaskan, pihaknya ingin menginspirasi masyarakat agar memandang batik sebagai busana yang trendi dan fashionable, tanpa kehilangan akar tradisi.
“Koleksi ini adalah bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer. Menciptakan busana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita,” pungkas Diana. (*)
Editor: Farah Nazila





