Ekbis

Umroh Ramadhan Diminati, Pahalanya Setara Haji Bersama Rasulullah

×

Umroh Ramadhan Diminati, Pahalanya Setara Haji Bersama Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Karyawan ArBani Tour and Travel Umroh memberikan penjelasan soal umroh kepada calon jamaah. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, 15/3 (beritajateng.tv) – Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu waktu favorit untuk melaksanakan ibadah umroh. Sejak dibuka kembali tahun 2022 lalu, peminat jamaah umroh saat bulan Ramadhan di Indonesia cukup tinggi.

Direktur Utama ArBani Madinah Wisata atau yang lebih dikenal dengan ArBani Tour and Travel Umroh, Bayu Jalar Prayogo membenarkan hal tersebut.

“Umroh saat bulan Ramadhan ini memiliki harga yang lebih mahal daripada bulan-bulan biasanya tetapi tetap memiliki banyak peminat,” ucapnya.

Bayu menjelaskan beberapa alasan mengapa peminat ibadah tersebut saat bulan suci cukup tinggi.

Umroh tersebut jamaah minati karena dalam salah satu hadits riwayat oleh Ibnu Majah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Melakukan umroh di bulan puasa Ramadhan sama atau menyamai ibadah haji bersamaku”.

BACA JUGA: Berprestasi, Kafilah MTQ Jateng Terima Bonus Uang Pembinaan hingga Umroh

“Artinya bukan menggantikan kewajiban haji, tapi pahalanya seperti haji bersama Rasulullah. Itu yang sebagian masyarakat muslim kejar,” lanjutnya.

Umroh Ramadhan jadi alternatif tunggu lamanya antrean haji

Kemudian salah satu faktor mengapa peminat Umroh Ramadhan ini tinggi adalah karena waktu tunggu antrean haji yang sudah terlampau lama. Sehingga umroh saat bulan suci merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat muslim untuk meraih pahala haji.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa Umroh Ramadhan tidak terlalu memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan yang mencolok hanyalah pada waktu ibadah umroh.

Pada bulan suci, jamaah biro sarankan untuk melakukan ibadah umroh pada malam hari guna menghindari cuaca panas. Ibadah umroh dapat jamaah lakukan sejak sehabis ashar sampai waktu subuh. Selain itu, terdapat pula perbedaan pada durasi puasa di Arab Saudi yang lebih lama daripada di Indonesia.

“Puasa di sana durasinya lebih lama, maghrib hampir jam 8 malam. Ada sekitar hampir dua jam selisih waktu berpuasa (dengan Indonesia). Itu jelas jadi tantangan karena waktu siang di sana lebih lama ketika Ramadhan,” tutupnya.