BACA JUGA: Penggilingan Gabah di Blora Serap Ribuan Ton Hasil Panen Petani
“Terhibur sih pak. Dengan adanya lomba ini kami sebagai warga sangat menikmatinya. Ini tiap tahun ada lomba bangkelan seperti ini. Semoga lebih meriah lagi, karena pesertanya tidak hanya dari Blora saja”, Ungkapnya.
Uniknya, peserta tidak berlomba di lintasan aspal. Mereka harus menempuh jarak hampir empat kilometer dengan melintasi jalan setapak dan pembatas sawah.
Peserta memulai perlombaan dari depan hamparan kafe dan kembali finis di lokasi yang sama. Namun, ada aturan berbeda dalam menentukan pemenang. Peserta yang pertama mencapai garis finis belum tentu menjadi juara.
Panitia justru mengutamakan kekompakan dan kerja sama antaranggota tim. Dengan demikian, kemampuan peserta menjaga keseimbangan, mengatur strategi, serta menyelesaikan lintasan bersama menjadi faktor penting dalam perlombaan.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, lomba ojek gabah ini sekaligus mengangkat aktivitas para petani dan pengangkut hasil panen yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai produksi pangan di wilayah pedesaan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





