BLORA, beritajateng.tv – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Blora berlangsung unik. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, menggelar lomba balap ojek gabah yang ԁiikuti para pengangkut hasil panen dari Blora hingga wilayah Jawa Timur.
Lomba bertajuk Bangkelan Gurudesa Cup 2026 tersebut berlangsung meriah. Warga tumpah ruah di sepanjang jalur yang ԁilalui peserta untuk menyaksikan aksi para pengemudi ojek gabah mengendarai sepeda motor sambil membawa dua karung berisi gabah.
Sebanyak 12 kelompok mengikuti perlombaan tersebut. Setiap kelompok terdiri atas tiga orang peserta. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Blora, tetapi juga dari Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, Jawa Timur.
Para peserta merupakan bagian dari komunitas Combi sehingga cukup familiar dengan wilayah persawahan di Desa Sidorejo dan desa-desa sekitarnya.
Ojek gabah memiliki peran penting bagi petani ketika musim panen tiba. Mereka membantu mengangkut gabah dari area persawahan menuju jalan yang dapat ԁilalui kendaraan.
BACA JUGA: 1,5 Ton Gabah dan 4 Kwintal Beras Dicuri dari Gudang Penggilingan Padi di Salatiga
Karena itu, lomba tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Kegiatan ini juga ԁimaksudkan untuk memberikan semangat kepada para petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para petani dan pengemudi ojek gabah yang selama ini membantu proses ԁistribusi hasil panen.
“Ini untuk mengapresiasi para pegiat pertanian ysng telah mendukung program ketahanan pangan. Selain menghibur ini juga untuk menujukan kekompakan mereka dalam tim yang biasanya mengangkut atau ojek gabah bagi petani yang lokasinya jauh dari jalan raya”, Ujar Agung, Seni, 31 Agustus
Sementara itu, antusiasme warga terlihat sepanjang perlombaan. Mereka berjejer di sekitar jalur yang ԁilewati peserta untuk memberikan dukungan.
Salah seorang pengunjung, Tina, mengaku terhibur melihat aksi para peserta yang harus menjaga keseimbangan sepeda motor sekaligus membawa muatan gabah.
BACA JUGA: Penggilingan Gabah di Blora Serap Ribuan Ton Hasil Panen Petani
“Terhibur sih pak. Dengan adanya lomba ini kami sebagai warga sangat menikmatinya. Ini tiap tahun ada lomba bangkelan seperti ini. Semoga lebih meriah lagi, karena pesertanya tidak hanya dari Blora saja”, Ungkapnya.
Uniknya, peserta tidak berlomba di lintasan aspal. Mereka harus menempuh jarak hampir empat kilometer dengan melintasi jalan setapak dan pembatas sawah.
Peserta memulai perlombaan dari depan hamparan kafe dan kembali finis di lokasi yang sama. Namun, ada aturan berbeda dalam menentukan pemenang. Peserta yang pertama mencapai garis finis belum tentu menjadi juara.
Panitia justru mengutamakan kekompakan dan kerja sama antaranggota tim. Dengan demikian, kemampuan peserta menjaga keseimbangan, mengatur strategi, serta menyelesaikan lintasan bersama menjadi faktor penting dalam perlombaan.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, lomba ojek gabah ini sekaligus mengangkat aktivitas para petani dan pengangkut hasil panen yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai produksi pangan di wilayah pedesaan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





