SEMARANG, beritajateng.tv – Pos Pengamanan (PAM) Natal dan Tahun Baru di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, tampil berbeda dari pos pengamanan pada umumnya.
Berbentuk bus wisata Denok Kenang milik Pemerintah Kota Semarang, pos ini memiliki teknologi pemantauan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin meninjau langsung pos tersebut pada Rabu, 24 Desember 2025.
Dalam kunjungannya, Iswar menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mewujudkan kota pintar atau smart city, khususnya dalam pengelolaan lalu lintas.
“Pemerintah Kota Semarang sudah menuju smart city. Kami mengapresiasi upaya Dinas Perhubungan yang telah memanfaatkan teknologi AI untuk pengaturan lalu lintas. Ini bukti pelayanan publik terus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Iswar.
Ia menjelaskan, saat ini sistem Area Traffic Control System (ATCS) di Kota Semarang telah menghubungkan 60 kamera CCTV dari total 96 titik yang tersedia. Sisanya masih menggunakan sistem konvensional dan akan pihaknya tingkatkan secara bertahap.
“Alhamdulillah, 60 CCTV sudah terkoneksi dengan ATCS. Tinggal sekitar 30-an yang masih konvensional. Harapan kami, ke depan semuanya bisa terintegrasi sehingga pengaturan lalu lintas semakin optimal,” katanya.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Angkat 2.354 PPPK Paruh Waktu, Terbanyak di Indonesia
Iswar juga menanggapi pertanyaan masyarakat yang belakangan jarang melihat petugas berjaga di persimpangan jalan. Menurutnya, hal tersebut bukan berarti pengawasan berkurang, melainkan sudah beralih ke sistem digital.
“Sekarang pengaturan lalu lintas tidak lagi mengandalkan petugas di lapangan. Baik kepolisian maupun jajaran Dinas Perhubungan sudah memanfaatkan teknologi. Lampu lalu lintas di atur otomatis, kapan menyala dan berapa lama durasinya, semuanya sudah berbasis sistem,” jelasnya.
Ia berharap penerapan teknologi ini mampu meningkatkan keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta kualitas layanan publik di Kota Semarang.
Iswar juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami ingin pelayanan lalu lintas di Semarang terus berkembang seiring kemajuan kota. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, tetap hati-hati di jalan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Semarang, M. Ali, menjelaskan bahwa posko Tugu Muda menjadi pusat pemantauan CCTV analitik berbasis AI.
Teknologi ini tidak hanya merekam visual, tetapi juga mampu menganalisis data lalu lintas secara detail.
“CCTV analitik ini bisa mendeteksi jenis kendaraan, merek, warna, hingga wajah pengguna jalan. Pergerakan kendaraan dan orang bisa kami pantau, dari mana datang dan ke mana arah tujuannya,” ujar Ali.
19 Titik CCTV Analitik
Menurutnya, saat ini terdapat 19 titik CCTV analitik berbasis AI yang aktif di Kota Semarang. Seluruh data yang terekam sangat membantu dalam pendataan lalu lintas, perencanaan transportasi, hingga penanganan kasus kecelakaan.
“Kami tidak hanya memantau, tapi juga mengumpulkan data. Mulai dari jumlah kendaraan, jenis kendaraan, sampai pola pergerakan pengguna jalan. Data ini penting untuk pengambilan kebijakan ke depan,” katanya.
Selain mendukung pengaturan lalu lintas, sistem tersebut juga berperan dalam penanganan kecelakaan dan membantu aparat kepolisian dalam pencarian orang atau kendaraan.
“Banyak kejadian kecelakaan yang bisa direkonstruksi melalui rekaman CCTV. Bahkan, kepolisian juga sering memanfaatkan data ini untuk penelusuran kasus tertentu,” imbuh Ali.
Adapun 19 titik CCTV analitik tersebut tersebar di sejumlah kawasan strategis. Seperti Krapyak, Kalibanteng, Banyumanik, Kaligawe, Penggaron, Tugu Muda, dan Simpang Lima.
Titik-titik ini terpilih karena menjadi jalur utama masuk dan keluar Kota Semarang serta pusat aktivitas masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





