SEMARANG, beritajateng.tv – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT). Predikat itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) BAN-PT nomor 2104/SK/BAN-PT/AK/PT/XI/2024
Predikat Unggul merupakan pencapaian tertinggi dari sistem akreditasi perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria BAN-PT. Istimewanya, Unwahas menjadi perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ketiga yang secara nasional meraih akreditasi Unggul.
Rektor Unwahas Semarang, Mudzakkir Ali, menyampaikan rasa syukurnya atas raihan ini. Menurutnya, perjuangan untuk meraih akreditasi Unggul tidaklah mudah.
Perjalanan Unwahas berlangsung selama lima bulan yang terakhir, dengan tim dan staf telah bekerja keras dalam melengkapi persyaratan-persyaratan administrasi yang ditetapkan.
“Kita sudah memenuhi syarat-syarat, salah satunya poin 3,25. Nilai kami di hasil akreditasi ini lumayan tinggi yaitu 3,65. Artinya sekarang Unwahas sejajar dengan PTN-PTN top lainnya,” kata Mudzakkir kepada beritajateng.tv, Rabu, 20 November 2024.
Setelah meraih Akreditasi Unggul, lanjut Mudzakkir, Unwahas tak berpuas diri. Setelah ini, pihaknya masih akan terus meningkatkan mutu pendidikan.
Terkini, Unwahas membidik status World Class University atau perguruan tinggi berkelas dunia.
“Mahasiswa asing kami sudah ada dari 15 negara, mahasiswa kami juara di kejuaraan-kejuaraan tingkat internasional, produk penelitian kami mendapat Eramus, dan itu menunjukkan Unwahas siap dari sisi internasionalisasi,” paparnya.
Unwahas, kampus NU ketiga di Indonesia yang raih akreditasi Unggul
Lebih jauh, pencapaian Unwahas ini terasa lebih membanggakan. Sebab, Unwahas menjadi perguruan tinggi ketiga di bawah naungan NU yang meraih akreditasi Unggul.
Sebelum Unwahas, hanya ada dua perguruan tinggi NU yang meraih akreditasi Unggul. Yaitu, Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
“Setelah Unisma dan Unisa, sekarang Unwahas. Dan Alhamdulillah kami Unwahas menjadi PTS terbaik nomor 9 di Jawa Tengah,” ucap Mudzakkir.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Tengah, Bhimo Widyo Andoko, menambahkan, proses akreditasi Unggul membutuhkan proses yang cukup rumit, mulai dari tata kelola prodi atau jurusan, sistem pembelajaran, pengajar hingga sarana dan prasarananya.
BACA JUGA: Kisah Margareta Bella Ayu, Mahasiswi Unwahas yang Eksis di Ajang Pencarian Bakat Nasional
Secara keseluruhan, lanjut Bhimo, Unwahas telah memenuhi semua persyaratan itu. Sehingga, pada akhirnya Unwahas berhak meraih akreditasi Unggul.
“Tentu saja ini suatu proses panjang untuk mempersiapkan perguruan tinggi menjadi Unggul, memerlukan komitmen dan leadership dalam memenuhi syarat-syarat tadi,” tuturnya.
Ia pun berharap, dengan pencapaian ini, Unwahas dapat menjadi kampus yang bermanfaat, terutama bagi masyarakat sekitar.
“Unwahas harus bisa mendesain bagaimana bekerja sama dengan pihak luar, lalu menciptakan riset dengan berkolaborasi yang nantinya menguntungkan kedua belah pihak, terutama dalam membantu masyarakat,” pungkas Bhimo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





