Menurut penjelasan Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, taksiran kerugian tersebut mencapai kisaran Rp30,69 miliar.
Rincian kerugian itu yakni nilai bangunan Rp15,5 miliar; kerugian 60 pedagang kios sebesar Rp608 juta; kerugian 800 pedagang los Rp14,29 miliar; dan kerugian 150 pedagang dasaran Rp300 juta. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





