Jateng

Update Banjir Grobogan: 9 Ribu Rumah dan Seribu Lebih Lahan Pertanian Terendam

×

Update Banjir Grobogan: 9 Ribu Rumah dan Seribu Lebih Lahan Pertanian Terendam

Sebarkan artikel ini
banjir grobogan
Penanganan darurat tanggul Sungai Tuntang di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa, 17 Februari 2026. (Dok: BPBD Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir akibat jebolnya sejumlah tanggul sungai di Kabupaten Grobogan berdampak pada 9.736 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 11 kecamatan dan 45 desa. Hingga Selasa, 17 Februari 2026, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, meski belum sepenuhnya pulih.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, mengatakan banjir melanda wilayah Grobogan sejak Senin dini hari, 16 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur pada Minggu malam, 15 Februari 2026, disertai kiriman air dari hulu sungai.

“Kalau secara akumulasi memang ada 9.736 KK terdampak. Jadi pemahamannya terdampak itu ya rumahnya terendam, akses jalannya terendam sehingga mereka mengalami gangguan. Tapi tidak dipahami bahwa terdampak itu mengungsi semua,” ujar ujar Chomsul saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp Call, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurut Chomsul, pada awal kejadian sejumlah warga sempat mengungsi ke masjid dan tempat aman lainnya. Namun, seiring surutnya air, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kemarin dari pas kejadian awal beberapa warga banyak yang mengungsi di masjid, kemudian karena sudah berangsur surut mereka sudah kembali ke tempat masing-masing,” jelasnya.

BACA JUGA: Perbaikan Jalur Kereta Api Imbas Banjir Grobogan Belum Rampung, Perjalanan KA Rute Memutar

Meski demikian, di sejumlah titik rumah warga masih tergenang sehingga kebutuhan logistik dan permakanan didistribusikan langsung ke lokasi.

“Untuk pemenuhan kebutuhan permakanan, logistik dipenuhi oleh teman-teman dari BPBD dan Dinsos untuk di-drop ke masing-masing,” ujarnya.

Tujuh Tanggul Jebol dan 1.850 Hektare Lahan Pertanian Terendam

Dari data BPBD, dampak banjir tak hanya merendam permukiman, namun juga infrastruktur dan lahan pertanian. Tercatat dua unit rumah rusak berat dan sekitar 1.850 hektare area pertanian terendam air.

“Untuk yang dampak akibat banjir itu pertama mulai dari warga masyarakatnya hampir 10 ribu tadi ya. Kemudian ada dua unit rumah rusak berat. Kemudian ada 1.850 hektare area pertanian yang terendam,” terang Chomsul.