“Jadi delapan bahan pokok penting sudah menjadi swasembada pangan untuk di wilayah kita. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, itu semuanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia mengatakan pesan Prabowo tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan capaian pembangunan di Jawa Tengah.
Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng Turun jadi 9,21 Persen
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi turutmemaparkan sejumlah capaian Jawa Tengah bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengatakan angka kemiskinan Jawa Tengah saat ini berada di level 9,21 persen, turun daripada 2025 yang tercatat 9,58 persen.
“Untuk di Jawa Tengah, perlu saya sampaikan bahwa Jawa Tengah di 17 Agustus, 81 tahun Indonesia merdeka, termasuk [umur] 81 [tahun] untuk Jawa Tengah, angka kemiskinan kita sudah menyentuh 9,21. Kita bandingkan dengan 2025 kemarin adalah 9,58, sekarang sudah 9,21,” ungkap Luthfi.
Luthfi menyebut, penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan kondisi masyarakat yang sebelumnya masuk kelompok desil 1 hingga 4. Di sisi lain, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga berada pada level 5,71 persen.
“Artinya 3,9 juta masyarakat kita sudah kita wisuda untuk tidak masuk desil 1, 2, 3, 4. Pertumbuhan ekonomi 5,71 di atas nasional, ini secara umum,” imbuh Luthfi.
Investasi Jateng Sentuh Rp98 Triliun hingga Triwulan I 2026, Serap Hampir 250 Ribu Tenaga Kerja
Lebih jauh, Luthfi mengatakan capaian ekonomi tersebut menjadi modal bagi Jawa Tengah untuk tetap optimistis di tengah berbagai tantangan. Adapun keterbatasan fiskal maupun kondisi geopolitik tidak menghalangi Jawa Tengah untuk terus menarik investasi.
“Sehingga kita tetap optimis di saat keterbatasan fiskal, kemudian geopolitik, Jawa Tengah menjadi tujuan investasi dunia termasuk nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, Luthfi turut membandingkan capaian investasi dan serapan tenaga kerja Jawa Tengah pada 2025 dengan triwulan pertama 2026. Pada 2025, kata Luthfi, investasi yang masuk ke Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 257.000 orang.





