Menurutnya, potongan itu berasal dari wawancara lama pada Januari 2025, bukan rekaman pasca-sidang.
“Itu wawancara lama banget. Tapi di tampilkan lagi seolah-olah gue menjawab soal joget DPR. Padahal setelah kejadian itu, gue enggak ngomong apa-apa. Nol statement,” tegasnya.
BACA JUGA: Entaskan Kemiskinan, Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Intervensi Sektor Pertanian dan Perikanan
Uya Kuya Curiga Ada Pola Terstruktur
Melihat banyaknya konten serupa yang muncul bersamaan, Uya mengaku merinding dan mulai mencurigai adanya pola penyebaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di balik viralnya isu tersebut.
“Gue sering kena fitnah, tapi enggak pernah semasif ini. Ini benar-benar TSM banget. Seolah semua digerakkan barengan,” ungkapnya. (*)





