SEMARANG, beritajateng.tv – Politisi sekaligus entertainer Uya Kuya akhirnya membeberkan fakta di balik video viral “anggota DPR joget-joget” yang sempat menuai kecaman publik.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Uya menceritakan bagaimana video lama miliknya di TikTok diedit dan disebarkan ulang hingga menimbulkan kesalahpahaman besar di masyarakat.
Awal Mula Kesalahpahaman
Uya mengungkap, video yang beredar memperlihatkannya dan beberapa anggota DPR berjoget di Gedung DPR RI.
Publik kemudian menilai aksi itu sebagai perayaan kenaikan gaji anggota dewan, padahal faktanya tidak ada kebijakan kenaikan gaji sama sekali.
“Orang berpikir joget-joget itu merayakan kenaikan gaji. Padahal faktanya sampai sekarang enggak ada kenaikan gaji. Enggak ada momen itu,” ujar Uya dalam podcast Denny Sumargo, seperti beritajateng.tv kutip Selasa 5 November 2025.
BACA JUGA: Partai ‘Artis’ Nasional! Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Pasha ‘Ungu’ Ramaikan Rakorwil PAN Jateng
Ia menjelaskan, momen joget tersebut terjadi setelah sidang tahunan MPR, ketika panitia menghadirkan musisi sebagai hiburan penutup acara. Namun, momen itu kemudian dipelintir menjadi seolah-olah bentuk euforia atas isu kenaikan gaji.
Pengunggahan Ulang Video Lawas
Tidak berhenti di situ, Uya juga menyebut sejumlah video lamanya di TikTok kembali beredar setelah video joget DPR viral.
Video-video lama itu, yang direkam sejak 2020 hingga 2022, sengaja diunggah ulang oleh pihak tak bertanggung jawab dengan tambahan caption provokatif.
“Itu video lama gue. Rambut masih biru, gondrong, bahkan keriting. Tapi di-upload lagi seolah-olah video baru. Ada tulisan kayak ‘gaji Rp3 juta mah kecil, artis bisa dapat Rp3 juta per hari’. Itu yang bikin orang marah,” jelas Uya.
Menurutnya, banyak warganet mengira bahwa ia yang mengunggah dan mengucapkan kalimat tersebut, padahal video itu hasil editan lama yang telah di manipulasi untuk memperkuat narasi negatif.
Klarifikasi Soal Pernyataan “Saya Artis”
Uya juga membantah potongan video lain yang memperlihatkan ia berkata “saya artis” seolah sedang membela aksi joget di DPR.





