Jateng

Video Bullying Siswa SMPN Viral, Dinas Pendidikan Blora Berencana Batasi Pemakaian HP Siswa

×

Video Bullying Siswa SMPN Viral, Dinas Pendidikan Blora Berencana Batasi Pemakaian HP Siswa

Sebarkan artikel ini
Gawai Bullying di Blora
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, saat diklarifikasi di kantornya. (Heri/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rencana pembatasan gawai pada lingkungan sekolah Kabupaten Blora muncul bunut viralnya kasus bullying siswa SMPN 1 Blora.

Rekaman aksi kekerasan antar pelajar tersebut tersebar luas karena seorang siswa merekam momen itu lalu menyebarkannya.

Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, menyampaikan bahwa aturan pemakaian gawai akan masuk agenda pembahasan.

“Kami punya rencana untuk membuat batasan atau aturan larang,” ungkapnya pada Senin, 17 November 2025.

BACA JUGA: Video Bullying di SMPN 1 Blora Viral, Polisi Periksa 37 Saksi dan 4 Guru

Sunaryo menegaskan keputusan final memerlukan masukan dari tenaga pendidik serta kepala sekolah. Ia memberi penjelasan bahwa kurikulum Merdeka membawa tambahan pelajaran yang berkaitan dengan dunia digital.

“Kurikulum baru punya muatan coding serta kecerdasan AI, fokusnya menuju pembelajaran digital,” lanjutnya.

Pelajaran semacam itu memerlukan pemanfaatan gawai, namun ia tetap menekankan perlunya pengawasan ketat.

Dinas Pendidikan Blora: Gawai layak pada pembelajaran tertentu saja

Menurutnya, penggunaan gawai hanya layak berlangsung saat proses pembelajaran tertentu. Ia kemudian menegaskan pandangan pribadinya.

“Saya lebih setuju aturan larang. Pengaruh gawai sangat kuat pada mental anak,” katanya.

Sunaryo menyebut bahwa paparan konten viral memberi dorongan perilaku impulsif pada pelajar. Akses cepat menuju platform seperti TikTok ataupun YouTube berpotensi menuntun siswa menuju perilaku negatif.

Karena itu, ia menilai aturan tegas mampu menekan peluang munculnya masalah serupa. Ia lalu menawarkan dua opsi utama untuk regulasi gawai.

BACA JUGA: Alami Trauma, Murid SMPN Korban Bullying di Blora Masih Belum Masuk Sekolah

“Pilihan hanya dua. Larang total atau buat batasan ketat. Kami perlu masukan dari guru serta kepala sekolah agar aturan berjalan efektif,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah minimal berupa penerapan pembatasan sudah cukup memberi pengaruh positif pada lingkungan belajar.

Sunaryo berharap regulasi baru mampu menciptakan suasana belajar aman serta kondusif. Menurutnya, konsentrasi siswa akan jauh lebih terjaga saat ruang kelas bebas gangguan gawai.

Ia pun menekankan bahwa proses belajar yang sehat perlu lingkungan yang fokus pada interaksi langsung antar siswa. Dengan aturan jelas, ia yakin muncul perubahan perilaku yang lebih baik. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp