Video Mapping Kota Lama Semarang Bikin Takjub, Erick Thohir: Jadi Daya Tarik Wisatawan

Video Mapping Tambah Daya Tarik Kota Lama Semarang. /Foto: Ellya.

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.tv) – Menteri BUMN Erick Thohir hadir dan menyaksikan gelaran InJourney Street Festival Kota Lama Semarang, Sabtu, (21/1) malam.

Ada yang menarik dalam perhelatan tersebut, yakni gedung tua milik Jiwasraya di Kota Lama disulap jadi objek pertunjukan video mapping dengan sorot cahaya yang membuat masyarakat takjub.

Tak ubahnya dengan Menteri BUMN, Erick Thohir yang menyaksikan pertunjukan tersebut tampak tertarik dengan suasana cantik kota lama Semarang.

Kota Lama Semarang tampak cukup ramai karena ada gelaran Injourney Street Festival yang menyuguhkan beberapa stand UMKM potensi Semarang yang berjajar serta beragam pertunjukan jalanan hingga pameran foto De Oude Stade Semarang.

Erick Thohir yang datang ke Kota Lama mulai berjalan dari gedung Spiegel didampingi Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita.

Hiasan lampion di Kota Lama sendiri menambah menarik pemandangan karena juga menunjukkan toleransi untuk menyambut tahun baru Imlek.

Pertunjukan utama pun digelar, video Mapping sekitar lima menit membuat pengunjung takjub karena hal itu merupakan yang pertama di Kota Lama Semarang. Gedung yang dijadikan obyek merupakan gedung milik BUMN.

Warna-warni mapping cahaya membentuk beberapa efek pada gedung seperti pecah, rontok, bahkan berkelap kelip di sekitar jendela.

Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melihat pameran foto De Oude Stad Semarang. /Foto: Ellya. 

Erick Thohir mengatakan Kota Lama Semarang menjadi salah satu kawasan yang masih mempertahankan keaslian bangunan kuno.

“Ini sesuatu yang tidak pernah terbayangkan bagaimana Kota Semarang tapi kota tuanya masih dirawat dengan cantik. Banyak sekali pembangunan di kota-kota besar yang meninggalkan arsitektur tuanya atau dihancurkan. Itu salah justru itu yang menjadi daya tarik sendiri,” katanya.

Daya tarik itu, lanjut Erick Thohir adalah menjaring wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Tapi Erick Thohir tidak setuju jika kita mengagungkan wisatawan mancanegara tapi tidak meladeni dengan baik wisatawan lokal.

“Karena 70 persen wisatawan adalah lokal dan 30 persen adalah asing dan kita harus melayani masyarakat sama seperti turis asing dari mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berterima kasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang sudah mendukung Kota Lama semakin cantik dengan mengoptimalisasikan aset BUMN yang ada.

“Seperti Mandiri, Jiwasraya dan PPI akan menjadi satu destinasi utuh dan kami agak susah untuk membangun BUMN yang ada, tapi gayung bersambut ada InJourney dengan satu semangat untuk membangun destinasi yang luas biasa,” jelasnya.

Dulu Kota Lama yang sepi dan gelap disulap menjadi kawasan wisata yang terang dan nyaman dengan berbagai ekosistem yang tumbuh.

Bahkan rencana kedepan banguanan eks kantor Jiwasraya akan dibangun hotel bintang empat. Bahkan beberapa aset BUMN yang ada sudah dibangun kafe atau tenant-tenant nasional. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan