Jateng

Viral! Detik-detik Jalan Dusun Kirang Putus Terseret Longsor, Akses Warga Lumpuh Total

×

Viral! Detik-detik Jalan Dusun Kirang Putus Terseret Longsor, Akses Warga Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
Jalan utama penghubung Dusun Kirang, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, terputus total akibat longsor yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026 pagi. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Jalan utama penghubung Dusun Kirang, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, terputus total akibat longsor yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026 pagi. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Jalan utama penghubung Dusun Kirang, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, terputus total akibat longsor yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026 pagi. Peristiwa dramatis ini bahkan terekam jelas dalam video dan viral di media sosial.

Akses tersebut selama ini menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan wilayah Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Boyolali melalui Desa Bonomerto.

Warga kerap memanfaatkan jalur ini untuk memangkas waktu tempuh menuju jalan utama Karanggede–Salatiga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan selebar sekitar 3 meter itu kini benar-benar terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Warga hanya bisa melintas dengan berjalan kaki di sisa jalur yang ada.

BACA JUGA: Talud Longsor di Gunungpati Semarang Rusak Tiga Rumah, 10 Warga Terpaksa Mengungsi

Warga menyebut longsor ini merupakan kejadian ketiga dalam beberapa waktu terakhir. Dua kejadian sebelumnya sempat menyebabkan sebagian badan jalan ambrol dan retak, namun masih bisa diatasi dengan jalur darurat. Kali ini, longsor terjadi lebih parah hingga memutus total akses jalan.

Salah satu warga, Rusmidi (65), menjelaskan bahwa longsor terpicu hujan deras yang mengguyur sejak Selasa, 14 April 2026. Pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, sebagian badan jalan mulai longsor dan retak.

“Sekitar pukul 05.00 WIB jalan masih bisa motor lewati, tapi pukul 07.00 WIB longsor besar terjadi dan seluruh badan jalan ambrol,” jelasnya, Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan, badan jalan bahkan bergeser hingga sekitar 50 meter ke arah sungai akibat terbawa material tanah longsor.

Akibat kejadian ini, mobilitas warga Dusun Kirang terganggu. Mereka kini harus memutar melalui desa lain dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang.

Warga lainnya, Fajar Arifianto (27), mengaku setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas, termasuk pulang malam hari.

“Sekarang harus memutar lebih jauh, bahkan ada yang lewat jalan persawahan. Ini cukup menghambat aktivitas kami,” ujarnya.

Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik pergerakan tanah hingga jalan ambruk. Dalam rekaman tersebut, tampak tanah bergerak perlahan sebelum akhirnya longsor besar terjadi, menyeret pohon dan material lainnya hingga ke sungai.

BACA JUGA: Setelah Dusun Bandungan, Longsor di Desa Kalongan Kini Juga Mengancam Dusun Dampu

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor, terutama di wilayah dengan intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah labil. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp