Jateng

Viral Gajah Dirantai di Taman Satwa WGM Wonogiri, Disporapar: Lagi Birahi, Perilakunya Agresif

×

Viral Gajah Dirantai di Taman Satwa WGM Wonogiri, Disporapar: Lagi Birahi, Perilakunya Agresif

Sebarkan artikel ini
Gajah Wonogiri
Gajah koleksi Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu, 5 Januari 2025. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seekor gajah di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur (WGM), Wonogiri, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik usai video viral di media sosial.

Video unggahan akun Instagram @veronika.twns itu menunjukkan gajah dalam kondisi tempat sempit serta terantai. Postingan ini lantas menuai keprihatinan masyarakat.

“Melihat gajah ini, sudah tempatnya kecil, seiprit gini doang, dirantai pula. Kayak sedih banget,” ujar suara dalam video tersebut, Minggu, 5 Januari 2024.

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri memberikan klarifikasi. Menurut Haryanto, kepala dinas terkait, perantaian itu demi alasan keselamatan.

BACA JUGA: Viral Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Keruh Mirip Lautan Sampah, Begini Kata Pengelola

“Gajah yang sedang dalam masa birahi memiliki perilaku lebih agresif. Rantai itu demi melindungi mahot (pawang gajah) dan pengunjung,” jelas Haryanto, Minggu, 5 Januari 2024.

Masa birahi pada gajah jantan berlangsung sekitar 1-6 bulan per tahun, sementara pada gajah betina berlangsung dua minggu dan dapat terjadi tiga kali setahun.

Ia menambahkan, pagar kandang tidak cukup kuat menahan kekuatan gajah agresif.

“Walaupun pagar itu tinggi dan kokoh, tetap bisa gajah runtuhkan dengan mudah saat birahi,” katanya.

BACA JUGA: Heboh Penemuan Gading Gajah Purba di Blora, Ahli Cagar Budaya: Perkiraan Berusia Ratusan Ribu Tahun

Meski gajah tersebut terantai, Haryanto menjelaskan bahwa gajah itu si pawang lepas sehari sekali untuk berjalan-jalan bersama. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap stabil.

“Kesehatan gajah terlihat dari kuku, warna kulit, dan postur tubuh. Gajah kami sehat, gemuk, dan bersih,” ujar Haryanto.

Ia juga menolak anggapan bahwa gajah di WGM tidak terawat. Menurutnya, perawatan rutin dari mahot dan dokter hewan memastikan gajah dalam kondisi prima.

“Gajah-gajah ini tidak hanya diawasi secara fisik, tetapi juga kesehatannya dipantau dengan cermat,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp