Jateng

Viral Gelondongan Kayu di Pemalang dan Tegal Usai Banjir Bandang, BPDB Jateng Belum Tahu Asalnya

×

Viral Gelondongan Kayu di Pemalang dan Tegal Usai Banjir Bandang, BPDB Jateng Belum Tahu Asalnya

Sebarkan artikel ini
Gelondongan kayu usai banjir bandang yang terjadi di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Dok: Instagram/kabarpemalang)
Gelondongan kayu usai banjir bandang yang terjadi di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Dok: Instagram/kabarpemalang)

“Penanganan sudah berlangsung maksimal. Tidak hanya BPBD saja, tapi juga pemerintah provinsi, kabupaten, TNI, Polri, Dinas PU, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan,, semuanya bersama-sama membantu penanganan bencana,” ujarnya.

Menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kayu-kayu besar terbawa arus banjir bandang, Armin menegaskan pihaknya belum dapat memastikan asal material kayu tersebut.

“Saya belum bisa menyampaikan asal pohon-pohonnya dari mana. Belum ada kajian ke arah situ. Saya takut salah memberikan informasi,” ucapnya.

Menurut Armin, longsor dan banjir bandang dapat terjadi meskipun kawasan tersebut masih memiliki tutupan vegetasi.

“Kejadian longsor itu tidak hanya terjadi di daerah yang tidak ada pohonnya. Dengan adanya pohon pun, kalau tanahnya labil dan terpicu intensitas hujan yang sangat tinggi, longsor tetap bisa terjadi dan menimbulkan banjir bandang,” jelasnya.

Ia mengakui, berdasarkan laporan dan dokumentasi lapangan, memang terdapat material kayu, batu, dan lumpur yang terbawa aliran banjir. Namun, sumber pasti material tersebut belum tercantum dalam laporan resmi yang ia terima.

“Saya sendiri tidak di lapangan. Saya menerima laporan dari teman-teman di lapangan. Material seperti kayu, batu, lumpur itu terbawa aliran debit yang deras akibat hujan intensitas tinggi dan longsor dari wilayah atas,” katanya.

Armin menyebut, wilayah terdampak paling parah di Kabupaten Pemalang berada di Kecamatan Pulosari.

“Yang paling parah saat ini di Pemalang itu di Kecamatan Pulosari, terutama Desa Gunungsari, Desa Jurangmangu, dan Desa Penakir,” ujarnya.

Korban Meninggal Banjir Bandang Pemalang Hanya Satu Orang, Warga Asal Desa Penakir

Terkait korban jiwa, Armin memastikan satu orang warga meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.

“Korban meninggal satu orang. Satu orang warga di Penakir,” kata Armin.

Namun, ia juga menyampaikan adanya peristiwa longsor lain yang terjadi di wilayah berbeda di Kabupaten Pemalang, yakni di Kecamatan Watukumpul.