Jateng

Viral Gelondongan Kayu di Pemalang dan Tegal Usai Banjir Bandang, BPDB Jateng Belum Tahu Asalnya

×

Viral Gelondongan Kayu di Pemalang dan Tegal Usai Banjir Bandang, BPDB Jateng Belum Tahu Asalnya

Sebarkan artikel ini
Gelondongan kayu usai banjir bandang yang terjadi di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Dok: Instagram/kabarpemalang)
Gelondongan kayu usai banjir bandang yang terjadi di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang. (Dok: Instagram/kabarpemalang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir dan bencana hidrometeorologi semakin meluas di Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, sepanjang Januari 2026 terjadi 297 kejadian bencana yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah yang diterima beritajateng.tv pada Senin, 26 Januari 2026 sore, hingga Selasa, 25 Januari 2026, sebanyak 11 daerah masih terdampak bencana.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Demak, Kudus, Pati, Jepara, Pemalang, Purbalingga, Brebes, Kabupaten Tegal, serta Kota Pekalongan. Selain itu, Kabupaten Pekalongan masih terdampak banjir dan tanah longsor, sementara Kota Tegal dilaporkan masih menghadapi cuaca ekstrem.

BPBD Jawa Tengah menyatakan masih melakukan penanganan darurat di sejumlah wilayah, mulai dari evakuasi warga terdampak, pembukaan akses jalan, hingga pembersihan material bencana.

Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang dan longsor juga terjadi di kawasan kaki Gunung Slamet, meliputi Kabupaten Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga, pada 23-24 Januari 2026.

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, lantaran aliran banjir membawa kayu gelondongan yang merusak infrastruktur dan rumah warga. Namun hingga kini, asal material kayu gelondongan tersebut belum dapat dipastikan.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait sumber material yang terbawa banjir bandang, khususnya di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal.

BACA JUGA: Banjir Bandang di Kaki Gunung Slamet, Senator Abdul Kholik: Bupati Banyumas Tegas Cabut Izin Tambang

Armin menjelaskan, hingga saat ini BPBD Jawa Tengah masih menyiagakan penanganan darurat lantaran potensi hujan lebat dan bencana susulan masih cukup tinggi.

“Ini karena kita tidak tahu apakah akan ada banjir susulan atau tidak. Prediksi cuaca dari BMKG menyebutkan intensitas hujan masih sangat tinggi, kemungkinan sampai Februari,” kata Armin saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp Call, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menegaskan, penanganan bencana di Jawa Tengah tidak hanya dilakukan oleh BPBD semata, melainkan melibatkan lintas instansi dan unsur pemerintahan.