Jateng

Viral Penerima Bansos Tolak Rumah Ditempel Stiker “Keluarga Miskin”, Gus Ipul: Bagus, 30 Ribu Undur Diri

×

Viral Penerima Bansos Tolak Rumah Ditempel Stiker “Keluarga Miskin”, Gus Ipul: Bagus, 30 Ribu Undur Diri

Sebarkan artikel ini
Kemensos stiker bansos
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 25 November 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, angkat bicara soal penolakan stiker penerima bantuan sosial (bansos) yang belakangan ini ramai di media sosial.

Gus Ipul menegaskan, penempelan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah penerima bansos itu merupakan kebijakan setiap pemerintah daerah (pemda). Ia menyebut, penempelan stiker tersebut bertujuan untuk memastikan identitas penerima bansos.

“Sebenarnya itu inisiatif daerah ya; daerah yang punya inisiatif untuk menempel stiker itu. Untuk memastikan bahwa keluarga ini memang menerima, keluarga ini tidak menerima. Itu sebagai tanda saja,” ungkap Gus Ipul saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 25 November 2025.

Meskipun penempelan stiker “Keluarga Miskin” banyak mendapat penolakan, Gus Ipul menyebut hal itu ada efek positifnya. Salah satunya ialah tak sedikit warga yang memilih untuk mengundurkan diri sebagai penerima bansos.

BACA JUGA: Salurkan Bansos Tunai DBHCHT Tahap II, Wabup Semarang: Jangan Buat Beli Skincare

Terlebih, kata dia, Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menggencarkan Gerakan Menolak Bansos.

“Ada efek positifnya. Akhirnya masyarakat menolak, itu bagus juga. Kita sedang memperkuat Gerakan Menolak Bansos. Bagus bagi yang tidak memenuhi syarat, tapi yang memenuhi syarat akan kami [berikan],” sambungnya.

Bahkan, Gus Ipul mengaku penempalan stiker itu membuat 30 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mundur.

“Saya sampaikan ya, dengan adanya saluran ini banyak, lebih dari 30 ribu KPM yang menolak dapat bansos. Kami merasa sudah cukup, kami ingin dialokasikan kepada mereka yang memang lebih memenuhi [kriteria penerima manfaat],” tutur dia.

Apresiasi warga tolak penempelan stiker sekaligus mundur dari penerima bansos

Gus Ipul menilai, keberanian warga yang memilih keluar dari daftar penerima bansos justru membantu pemerintah menyalurkan bantuan lebih tepat sasaran.

“Saya senang ini kalau ada keluarga yang menolak Bansos supaya kita bisa berikan kepada mereka yang lebih berat. Saya merasa hormat,” ujarnya.

Lebih jauh, pihaknya mengapresiasi warga yang mengaku sudah cukup dan memilih hidup mandiri tanpa menerima bantuan.

“Saya berterima kasih kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang telah dengan berani menyampaikan untuk menolak Bansos karena merasa sudah cukup sudah bisa hidup mandiri. Saya acungi jempol,” pungkas dia.

BACA JUGA: Ojol Semarang Keluhkan Potongan Aplikasi-Tak Dapat Bansos, Ahmad Luthfi Janji Bakal Gratiskan Perpanjangan SIM

Sebelumnya, penolakan stiker “Keluarga Miskin” untuk penerima bansos terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, sebanyak 500 keluarga penerima bansos mengundurkan diri sejak Dinas Sosial menggelar pemasangan stiker “Keluarga Miskin” di rumah warga.

Sementara itu, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, tengah menyiapkan kebijakan pemasangan stiker di rumah penerima bantuan sosial sebagai bagian dari upaya penertiban dan pemutakhiran data.

Pengelola Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pandeglang, Iik Ihromi, menyebut stiker akan menjadi penanda resmi bahwa penerima sudah sesuai dengan data By Name By Address (BNBA) dan tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunasi (BPNT), atau bantuan lainnya.

“Pemasangan stiker ini diperlukan karena selama ini masih ditemukan warga penerima bantuan merupakan mereka yang secara ekonomi tergolong mampu. Kami akan lakukan penempelan stiker untuk semua penerima bantuan. Itu sebagai bukti bahwa dia menikmati program publiknya dan datanya benar adanya,” ujar Iik dalam sebuah wawancara, Sabtu, 25 November 2025. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp