Pendidikan

Viral Surat Terbuka Sekolah Lalai Upload Piagam Kejuaraan, Disdik Semarang Pastikan Tak Ada Kelonggaran

×

Viral Surat Terbuka Sekolah Lalai Upload Piagam Kejuaraan, Disdik Semarang Pastikan Tak Ada Kelonggaran

Sebarkan artikel ini
Viral Surat Terbuka Sekolah Lalai Upload Piagam Kejuaraan, Disdik Semarang Pastikan Tak Ada Kelonggaran
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan tidak akan membuka kembali akses unggah piagam dan sertifikat kejuaraan ke website Sang Juara meskipun terdapat siswa yang belum terdata dalam sistem.

Kebijakan tersebut menyusul viralnya surat terbuka dari orang tua siswa madrasah ibtidaiyah (MI) yang mengeluhkan prestasi anaknya tidak masuk dalam Website Sang Juara.

Hal ini tentunya berdampak pada proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sang anak yang akan menggunakan jalur prestasi.

Kadisdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan seluruh tahapan unggah dan verifikasi prestasi telah berjalan dalam rentang waktu yang panjang. Sehingga sekolah memiliki kesempatan cukup untuk memasukkan data siswa.

“Website Sang Juara memang kami siapkan untuk menampung seluruh piagam dan sertifikat kejuaraan/prestasi siswa SD, MI maupun Paket A. Tujuannya agar proses verifikasi saat masuk SMP menjadi lebih mudah dan transparan,” kata Ahsan.

Menurutnya, siswa sebenarnya memiliki waktu hingga hampir tiga tahun untuk mengunggah prestasi yang ia peroleh sejak kelas IV sekolah dasar.

Karena itu, jika ada prestasi yang tidak masuk ke sistem hingga batas waktu, persoalan tersebut bukan kesalahan dari sistem milik Dinas Pendidikan.

“Kalau sesuai informasi yang beredar, berarti ada kelalaian dari pihak sekolah atau madrasah ibtidaiyah (MI) yang belum mengunggah data prestasi siswanya. Kesalahannya bukan pada sistem kami,” tegasnya.

Ahsan menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam regulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Seluruh proses verifikasi prestasi harus selesai pada April tahun berjalan.

Pihaknya, bahkan sempat memberikan tambahan waktu hingga 4 Mei 2026 karena adanya kendala teknis pada website Sang Juara.

“Kami sebenarnya sudah memberikan perpanjangan sampai 4 Mei 2026. Itu menjadi batas akhir atau cut off pengunggahan prestasi yang nantinya sebagai nilai tambah pada jalur prestasi SPMB,” ujarnya.

BACA JUGA: SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Kekurangan Siswa, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar 

Ia menegaskan, setelah batas waktu berakhir, akses sistem tidak bisa buka kembali dengan alasan apa pun. Sebab, langkah tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi siswa lain yang telah mengikuti prosedur sesuai jadwal.

“Kalau sekarang kami buka lagi, bagaimana dengan siswa yang sudah disiplin mengunggah sejak awal? Itu tidak fair. Karena itu jadwal yang sudah di tetapkan harus kita hormati bersama,” katanya.

Menurut Ahsan, prinsip keadilan menjadi alasan utama Dinas Pendidikan mempertahankan jadwal yang telah pihaknya tentukan.

Mulai dari pembukaan unggah prestasi hingga penutupan sistem berjalan sesuai regulasi dan telah di umumkan kepada seluruh sekolah.

“Ketika waktunya buka, kami buka dengan pemberitahuan yang jelas. Saat waktunya tutup, ya harus kami tutup. Begitu juga dengan tahapan pendaftaran lainnya. Semua harus berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengimbau seluruh sekolah dan madrasah untuk lebih teliti dalam mengelola data prestasi siswa. Agar tidak terjadi persoalan serupa pada tahun-tahun mendatang.

Sekolah harus aktif memastikan setiap piagam dan sertifikat yang siswa miliki telah masuk ke sistem sebelum batas waktu berakhir.

“Kami berharap seluruh satuan pendidikan lebih cermat dan proaktif. Jangan sampai kelalaian administrasi justru merugikan siswa yang memiliki prestasi dan berhak mendapatkan kesempatan melalui jalur prestasi,” pungkas Ahsan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp