Pendidikan

SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Kekurangan Siswa, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar

×

SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Kekurangan Siswa, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar

Sebarkan artikel ini
SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Sepi Peminat, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar
SD Negeri Mangunharjo salah satu sekolah negeri yang jumlah pendaftar tidak memenuhi kuota. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah sekolah dasar (SD) negeri tercatat masih kekurangan siswa hingga hari terakhir masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang.

Berdasarkan data laman resmi SPMB Kota Semarang pada Jumat (12/6/2026) siang, beberapa SD negeri kekurangan siswa dan kuota tak terpenuhi.

Bahkan ada sekolah yang jumlah pendaftarnya masih berada di bawah setengah kapasitas rombongan belajar (Rombel) yang tersedia.

Misalnya di SD Negeri Bugangan 2, masih ada 16 siswa yang mendaftar. Kemudian di SD Negeri Wonodri, hanya ada 9 siswa yang mendaftar.

SD Negeri Tambakrejo 3, ada sekitar 18 siswa yang mendaftar. Lalu di SD Negeri Karangkidul, ada 10 siswa yang mendaftar.

Selain itu SDN Sekayu, masih ada 15 siswa. Kemudian SDN Gabahan hanya ada 19 siswa, lalu SDN Gisikdrono 3, ada dua rombel sekolah yang disediakan, hanya ada 33 siswa yang mendaftar.

Di SDN Randugarut ada 19 siswa yang mendaftar, kemudian SDN Mangunharjo Tugu, hanya ada 9 siswa yang mendaftar. Kemudian di SDN Petompon 3 ada 15 siswa yang mendaftar, dan SDN Plalangan 2 ada 11 siswa yang mendaftar.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil akhir SPMB sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Menurutnya, dinamika perpindahan pilihan sekolah masih mungkin terjadi hingga penutupan pendaftaran.

BACA JUGA: Hari Pertama SPMB TK-SD Semarang, Masalah NIK hingga Jalur Prestasi Dominasi Aduan Wali Murid

Aji mengaku belum mempersiapkan opsi terkait sekolah yang kekurangan siswa. Orang tua siswa, lanjut Aji, secara aturan, boleh memindahkan anaknya ke sekolah lain jika memang tidak masuk di sekolah pilihan pertama.

“Kita lihat strategi orang tua siswa yang pasti mencari sekolah negeri agar bisa masuk. Mungkin akan dipindah kita lihat saja,” katanya.

Ia menjelaskan fenomena kekurangan siswa umumnya terjadi pada sekolah-sekolah yang berada di kawasan pusat kota.