SEMARANG, beritajateng.tv – Lonjakan volume kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, angka kecelakaan justru menunjukkan tren penurunan.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah mencatat fatalitas maupun korban luka mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya serta Operasi Lilin. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, saat ditemui di GT Kalikangkung Semarang pada Sabtu, 28 Maret 2026.
“Untuk angka fatalitas, kita sampaikan terjadi penurunan daripada tahun kemarin maupun saat Operasi Lilin. Harapan kami hari ini sampai dengan akhir kegiatan ini, hampir terjadi penurunan sekitar 5 persen, baik yg fatalitas [meninggal dunia] ataupun korban luka,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Pratama, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting di balik menurunnya angka kecelakaan. Pemudik ternilai kini lebih siap sebelum melakukan perjalanan, baik dari sisi kondisi fisik maupun kendaraan.
“Walaupun terjadi peningkatan puncak arus yang mungkin tertinggi sepanjang sejarah menurut data Korlantas, alhamdulillah pelanggaran bisa kita lokalisasi. Masyarakat sudah lebih prepare, mereka mengecek kendaraan dan fisik dengan lebih baik,” jelasnya.
BACA JUGA: Aksi Satlantas Polres Salatiga Padamkan Kebakaran Mobil Pemudik di Tol, Sibak Lalu Lintas Padat Merayap
Untuk menunjang kelancaran perjalanan, Ditlantas Polda Jateng menyiapkan 211 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis. Fasilitas ini memungkinkan pemudik beristirahat sekaligus memastikan kesiapan perjalanan mereka.
Di sisi lain, kepadatan lalu lintas masih terpantau di sejumlah rest area, terutama di KM 429 dan KM 456. Namun, kondisi tersebut dinilai masih terkendali berkat langkah antisipasi yang telah disiapkan.
“Sejauh ini titik terpadat ada di Rest Area 429 dan 456, tapi saat ini masih teratasi. Kami siapkan poin-poin sterilisasi di setiap rest area untuk mengantisipasi pemberlakuan kebijakan rekayasa lalu lintas sewaktu-waktu,” kata Kombes Pol Pratama.
Terkait rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan penerapan one way nasional, pihaknya masih menunggu arahan dari Korlantas Polri. Meski begitu, skema One Way Tahap Ketiga Presisi telah di siapkan hingga 29 Maret 2026.
“Kalau One Way Nasional kita nunggu dari Korlantas. Tapi yang jelas, pelaksanaan One Way Tahap Ketiga Presisi sudah kita siapkan sampai tanggal 29 besok. Kami sudah mengantisipasi segala kemungkinan agar tidak terjadi kepadatan yang stagnan,” tegas Pratama.
BACA JUGA: PDAM Semarang Sebut Suplai Air Gratis Untuk Damkar Saat Kebakaran
Ia berharap puncak arus balik yang perkiraannya berakhir pada Minggu malam dapat berjalan lancar. Selain itu, ia juga mengapresiasi pemudik yang semakin mandiri, termasuk dalam memastikan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol.
“Mudah-mudahan sampai akhir tanggal 29 malam semua bisa berjalan baik. Kalaupun ada perlambatan, itu hal yang wajar karena volume kendaraan, tapi kita upayakan tetap mengalir,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





