Tak hanya itu, lanjut Darmawan, Presiden Jokowi terhitung fokus mengembangkan potensi di banyak sektor yang selama ini tenggelam jadi aset tidur. Kebijakan selanjutnya bersumber dari karakter dan nilai-nilai yang membentuknya sejak hidup di bantaran sungai sampai jadi pemimpin Republik.
Darmawan menambahkan, strategi membangun infrastruktur secara masif terbukti tepat. Ketika baru menjabat sebagai Wadirut PLN, Dia mendapatkan fakta bahwa perkembangan listrik terbesar ada di Provinsi Lampung, tepatnya di kurang lebih pintu muncul tol yang baru saja diresmikan.
“Hal ini jadi bukti bahwa target pembangunan yang selalu ditekankan oleh Pak Jokowi membawa hasil. Infrastruktur yang dibangun menumbuhkan sentral ekonomi baru dan mengangkat ekonomi masyarakat. Ini sesuai dengan visi beliau bagaimana Indonesia mampu bangkit bukan berdasarkan konsumsi, tapi produktivitas,” papar Darmawan.
Sementara Tim Hannigan yang dengan Darmawan menulis buku “Jokowi plus the New Indonesia” menambahkan, selama ini kiprah Presiden Jokowi tidak cukup diketahui oleh publik internasional. Melalui buku ini diharapkan penduduk internasional beroleh deskripsi utuh bagaimana Jokowi menempatkan fondasi “New Indonesia” untuk masa mendatang.
“Padahal, banyak akademisi, politisi, terhitung pebisnis internasional yang inginkan beroleh deskripsi lebih utuh tentang apa yang berjalan di Indonesia selama pemerintahan Jokowi,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Pengajar Universitas Prasetiya Mulya Agus Sriyono menegaskan, pentingnya memberikan apa yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi ke dunia internasional. Apalagi, Indonesia wajib membuka ruang kerja serupa dan investasi yang lebih besar.
“Apalagi, Indonesia saat ini adalah Ketua dari negara-negara G-20, negara dengan pendapatan tertinggi di dunia. Ada banyak peluang dan peluang bagi Indonesia, dan itu wajib dimanfaatkan sebesar-besarnya,” kata Antonius.
Di segi lain, peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Edbert Gani Suryahudaya menambahkan, bahwa pelibatan kaum muda di dalam menyongsong New Indonesia mutlak diperlukan. Terlebih dikarenakan Indonesia dapat menerima bonus demografi yang udah diawali satu dua th. terakhir ini dan dapat berpuncak terhadap th. 2030-an mendatang.





