SEMARANG, beritajateng.tv – Pakar Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Nugroho Sumarjiyanto Benedictus Maria menghimbau masyarakat agar tidak tergoda pinjaman online (pinjol). Pasalnya, menjelang lebaran, minat masyarakat terhadap pinjol justru semakin meningkat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatat kredit pinjol per Februari 2024 menembus Rp 61,1 triliun. Angka tersebut naik 21,98 persen jelang lebaran.
“Konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan juga menjelang lebaran memang meningkat, yang bahaya kalau pinjaman online itu adalah ilegal dengan bunga yang tinggi,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip itu saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 3 April 2024.
Nugroho menjelaskan, terdapat beberapa pola kenaikan konsumsi masyarakat, baik selama Ramadhan maupun menjelang lebaran. Yang pertama ialah di bidang kuliner atau bahan pokok.
BACA JUGA: Apa Penyebab Maraknya Pinjol di Dunia Pendidikan? Ini Kata Pakar
Menurutnya, konsumsi masyarakat terhadap makanan dan minuman sangat meningkat selama bulan Ramadhan. Hal itu karena terdapat kecenderungan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih banyak dari biasanya saat berbuka maupun sahur.
“Ini juga salah satu sebab harga bahan pokok naik, di samping juga ada pedagang yang mengambil kesempatan untuk menaikkan harga,” ucapnya.
Yang kedua, saat menjelang lebaran terdapat pengeluaran ekstra yang biasanya tidak teralokasikan pada hari biasa. Misalnya untuk pakaian, transportasi hingga hiburan karena adanya tradisi mudik.
Sewaktu mudik, lanjut Nugroho, juga terdapat aspek bahwa masyarakat ingin berbagi dengan saudara di desa. Selain itu, juga terdapat aspek pamer keberhasilan mereka di kota.
“Hal tersebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kalau mudik akan sementara memeratakan pendapatan dari kota dan daerah maju ke desa dan daerah kurang maju,” ungkapnya.
Perputaran uang diprediksi mencapai Rp14 triliun
Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Perhubungan, Erry Derima Ryanto memprediksi perputaran uang di Jateng pada lebaran 2024 mencapai Rp 14 triliun. Angka tersebut merupakan alokasi dari 18,23 juta orang yang akan beraktivitas di Jateng selama lebaran.
BACA JUGA: Petugas Gabungan Ramp Check di Terminal Semarang Jelang Lebaran, 12 Bus Kena Tilang
Nugroho pun optimis, angka tersebut akan mendongkrak perekonomian Jateng. Sebab, Jateng menjadi salah satu daerah tujuan mudik terbesar selama ini.
“Perputaran uang selama Ramadan dan lebaran akan membantu khususnya yang di daerah tujuan mudik, biasanya adalah daerah pedesaan. Juga pedagang sektor informal juga sangat terbantu,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





