Jateng

Wajah Baru Gedung Perpustakaan Kota Semarang, Bakal Dilengkapi Co-working Space hingga Mini Cafe

×

Wajah Baru Gedung Perpustakaan Kota Semarang, Bakal Dilengkapi Co-working Space hingga Mini Cafe

Sebarkan artikel ini
Wajah Baru Gedung Perpustakaan Kota Semarang, Bakal Dilengkapi Co-working Space hingga Mini Cafe
Gedung Baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Kami berharap jika ada kerusakan minor bisa segera dikomunikasikan dan diperbaiki. Setelah lelang tahap kedua selesai, pengerjaan interior juga harus segera dikebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan, kafe, dan ruang santai menjadi elemen penting agar perpustakaan benar-benar nyaman dikunjungi masyarakat.

Gedung Empat Lantai dengan Banyak Fasilitas

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan gedung Arpus berdiri di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dengan empat lantai.

Desain bangunan kami sesuaikan dengan fungsi masing-masing lantai untuk menunjang kenyamanan pemustaka.

“Basement kami gunakan untuk area parkir mobil dan motor. Lantai satu untuk layanan sirkulasi peminjaman, lantai dua ruang baca dan budaya, sedangkan lantai tiga memiliki ruang audio visual dengan kapasitas sekitar 80 orang,” kata Bambang.

Wajah Baru Gedung Perpustakaan Kota Semarang, Bakal Dilengkapi Co-working Space hingga Mini Cafe
Komisi D DPRD Kota Semarang meninjau hasil pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Ia menambahkan, gedung ini juga bakal memiliki coworking space dan mini kafe untuk mendukung aktivitas diskusi dan kolaborasi masyarakat.

Dengan fasilitas tersebut, Arpus menargetkan mampu melayani sekitar 350 hingga 400 pengunjung per hari.

Jam Operasional Perpusda Kota Semarang

“Jam layanan kami buka mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Kami menyiapkan petugas dalam sistem shift, termasuk pustakawan, customer service, dan petugas keamanan yang berjaga 24 jam,” jelasnya.

Bambang menyebut tahap pertama pembangunan berfokus pada struktur dan arsitektur gedung yang pengerjaannya memakan waktu selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025. Saat ini proyek memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.

Untuk tahap kedua, Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,3 miliar melalui APBD 2026. Pembangunan akan berfokus pada pengerjaan interior, pengadaan furnitur, rak buku, serta penataan koleksi.

“Desain interior akan mengangkat identitas Kota Semarang dengan nuansa Jawani, termasuk ruang tematik seperti area pecinan dan budaya Arab. Harapannya, pengunjung langsung merasakan karakter Semarang saat masuk ke gedung ini,” ungkapnya.