SEMARANG, beritajateng.tv – DPRD Kota Semarang meninjau langsung Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpus) Kota Semarang yang baru di Jalan Setia Budi Nomor 08, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik.
Kunjungan ini untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai perencanaan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, mengatakan pembangunan gedung Arpus merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas literasi dan ruang publik edukatif.
Proyek ini berasal dari pendanaan pemerintah pusat dan APBD Kota Semarang dengan total anggaran lebih dari Rp10 miliar.
“Anggaran pembangunan gedung Arpus ini berasal dari pemerintah pusat sekitar Rp7,8 miliar dan dari APBD Kota Semarang sekitar Rp5,6 miliar. Kami ingin melihat langsung perkembangannya agar fungsi pengawasan DPRD berjalan maksimal,” ujar Mualim di sela tinjauan, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang atas inisiatif membangun gedung perpustakaan baru yang lebih representatif.
Menurutnya, kehadiran Arpus baru harapannya mampu menarik minat masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar untuk datang, membaca, dan menambah wawasan.
BACA JUGA: Dinas Arpus Launching Antologi Kumpulan Cerpen ‘Kampungku dan Kota Semarang’
“Harapan kami, gedung ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang publik yang hidup, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar serta berdiskusi,” katanya.
Mualim juga menekankan pentingnya ketersediaan koleksi buku yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dia berharap koleksi Arpus tidak hanya berfokus pada buku pelajaran, tetapi juga bacaan anak, buku kesehatan, literasi keluarga, hingga referensi yang dibutuhkan ibu rumah tangga dan masyarakat umum.
“Perpustakaan ini harus bisa menjadi tempat interaksi sosial, bertukar gagasan, bahkan ruang berbagi pengalaman antarwarga Kota Semarang,” ujarnya.
Dalam tinjauan tersebut, DPRD juga menyoroti sejumlah pekerjaan perawatan bangunan yang masih perlu disempurnakan, seperti kebocoran ringan. Mualim meminta agar masa pemeliharaan oleh penyedia jasa dimanfaatkan secara optimal sebelum masuk ke tahap pembangunan berikutnya.
“Kami berharap jika ada kerusakan minor bisa segera dikomunikasikan dan diperbaiki. Setelah lelang tahap kedua selesai, pengerjaan interior juga harus segera dikebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan, kafe, dan ruang santai menjadi elemen penting agar perpustakaan benar-benar nyaman dikunjungi masyarakat.
Gedung Empat Lantai dengan Banyak Fasilitas
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan gedung Arpus berdiri di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dengan empat lantai.
Desain bangunan kami sesuaikan dengan fungsi masing-masing lantai untuk menunjang kenyamanan pemustaka.
“Basement kami gunakan untuk area parkir mobil dan motor. Lantai satu untuk layanan sirkulasi peminjaman, lantai dua ruang baca dan budaya, sedangkan lantai tiga memiliki ruang audio visual dengan kapasitas sekitar 80 orang,” kata Bambang.

Ia menambahkan, gedung ini juga bakal memiliki coworking space dan mini kafe untuk mendukung aktivitas diskusi dan kolaborasi masyarakat.
Dengan fasilitas tersebut, Arpus menargetkan mampu melayani sekitar 350 hingga 400 pengunjung per hari.
Jam Operasional Perpusda Kota Semarang
“Jam layanan kami buka mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Kami menyiapkan petugas dalam sistem shift, termasuk pustakawan, customer service, dan petugas keamanan yang berjaga 24 jam,” jelasnya.
Bambang menyebut tahap pertama pembangunan berfokus pada struktur dan arsitektur gedung yang pengerjaannya memakan waktu selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025. Saat ini proyek memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.
Untuk tahap kedua, Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,3 miliar melalui APBD 2026. Pembangunan akan berfokus pada pengerjaan interior, pengadaan furnitur, rak buku, serta penataan koleksi.
“Desain interior akan mengangkat identitas Kota Semarang dengan nuansa Jawani, termasuk ruang tematik seperti area pecinan dan budaya Arab. Harapannya, pengunjung langsung merasakan karakter Semarang saat masuk ke gedung ini,” ungkapnya.
Proses lelang tahap kedua menargetkan bisa rampung pada Februari hingga Maret 2026, dengan pengerjaan selama kurang lebih tiga bulan. Bambang optimistis seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal pada pertengahan tahun ini.
Meski pembangunan interior belum sepenuhnya selesai, layanan perpustakaan telah mulai di pindahkan dari gedung lama di Jalan Prof. Sudarto sejak 20 Januari 2026.
“Secara fungsi dasar, layanan sudah berjalan. Wi-Fi, listrik, dan ruang baca sudah bisa masyarakat gunakan meski belum maksimal,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





