Sarif mengakui, untuk membangun kesadaran masyarakat desa tidak semudah membalikkan telapak tangan; perlu kerja sama dari semua pihak. Atas dasar itu, ia lantas meminta pemerintah daerah hingga provinsi untuk ikut memfasilitasi.
“Utamanya dalam peningkatan sumber daya manusia, teknologi, maupun regulasi atau manajemennya,” sebut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
BACA JUGA: Tekankan Pentingnya Cegah Kasus Kematian Ibu-Bayi, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah
Sebagai informasi, data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 2.567.753,64 ton. Sementara angka hariannya mencapai 7.034,94 ton.
Menurut Sarif, dengan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa, maka akan bisa terus menekan volume timbulan sampah. Beban tempat pembuangan akhir (TPA) di setiap daerah juga dapat berkurang.
“Lebih dari itu, jika desanya bersih, pasti rumah-rumahnya juga bersih. Sehingga, bisa mewujudkan daerah yang bebas sampah dan lebih sehat,” tandasnya. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi
Respon (2)