Dorongan tersebut menjadi penting karena Mijen memiliki karakter wilayah yang berbeda dari kawasan perkotaan Semarang lainnya. Potensi lahan pertanian dan perkebunan dapat dikembangkan untuk mendukung produksi hortikultura.
Pemerintah kota, kata Agustina, ingin masyarakat tidak hanya menghasilkan produk pertanian. Warga juga perlu memiliki akses pasar agar hasil panen memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Dari Gunungpati, pesan yang muncul adalah kekuatan gotong royong. Sementara dari Mijen, pemerintah melihat peluang untuk menghubungkan budaya lokal dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Keduanya menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat identitas wilayah sekaligus mengenalkan potensi yang dimiliki warga.
Agustina pun mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kemeriahan HUT RI akan memiliki makna lebih kuat ketika warga menjadi penggerak utama.
“Semangat seperti ini yang harus terus terjaga. Masyarakat bergerak bersama, saling mendukung, dan ikut membangun lingkungan dari wilayahnya masing-masing,” ujarnya. (*)





