“Kayak PDAM, harusnya lebih besar lagi karena kan monopoli air. Enggak ada lagi yang lainnya. Diharapkan, kemarin (rakor pendapatan asli daerah, red.) menjadi lebih bersemangat dan berkontribusi lebih banyak,” tegas Ita.
Selain BUMD, Pemkot Semarang juga memiliki badan layanan umum daerah (BLUD), seperti Trans Semarang, namun pengelolaan keuangannya berbeda dengan BUMD, dan diharapkan bisa bisa lebih efisien.
“BLUD itu diberikan suntikan modal, tapi uangnya tidak dimasukkan jadi deviden, dikelola sendiri. Tidak dikembalikan ke pemerintah sebagai pendapatan, tapi dikelola. Mengelola itu juga efisien, karena ada saya temukan enggak efisien,” pungkas Ita. (*)
Editor: Elly Amaliyah





