Lebih lanjut, Paulus menjelaskan polemik terkait film dokumenter tersebut belum masuk dalam penilaian Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2025 yang baru ԁirilis. Sebab, kata ԁia, peristiwa tersebut terjadi setelah periode pengukuran IDI tahun berjalan berakhir.
BACA JUGA: Review Film Horor Tumbal Proyek, Adaptasi dari Kisah Nyata Pembangunan Angker
Meski begitu, ia menyebut kejadian serupa tetap berpotensi memengaruhi penilaian pada tingkat daerah hingga nasional pada periode selanjutnya.
“Nah, nanti kita lihat penilaian dari BPS itu. Kebetulan peristiwa ini baru terjadi minggu lalu ya. Padahal ini masa penilaiannya sudah lewat. Tetapi pasti kejadian itu akan menjadi penilaian di tingkat kabupaten maupun provinsi ke depannya, dan itu pasti berpengaruh ke tingkat nasional,” pungkas Paulus.
Sebelumnya ԁiberitakan, nobar film Pesta Babi terus meluas ke kampus, sekretariat, kedai, warung, hingga taman baca di berbagai wilayah. Film yang mengkritik Program Strategis Nasional atau PSN di Papua Selatan itu memantik ԁiskusi tentang ruang hidup, keadilan, dan kebebasan akademik.
Akun Ekspedisi Indonesia Baru mencatat pemutaran film Pesta Babi di ratusan lokasi sejak peluncurannya pada Maret 2026. Pada Senin, 11 Mei 2026, ada nobar di 39 lokasi, lalu Selasa di 49 lokasi, Rabu tercatat di 91 lokasi, dan Kamis mencapai 130 lokasi nobar. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





