BLORA, beritajateng.tv – Warga Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, mendapat penyaluran air bersih sebanyak empat tangki dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Stok empat tangki air bersih tersebut langsung warga serbu, dan habis dalam waktu satu jam.
Kondisi tersebut, usai sumur-sumur warga setempat mulai mengering akibat hampir lima bulan terakhir.
Untuk mendapatkan air, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi distribusi air bersih. Warga membawa jeriken untuk persediaan di rumah.
“Ada bantuan seneng mas. Soalnya kalau ambil air jauh. Ya kadang beli untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk mandi dan ternak kami,” kata Pujiati, salah satu warga setempat.
BACA JUGA: Warga Blora Cari Air hingga ke Tengah Sawah, 149 Desa Krisis Air Bersih
Dia mengatakan, selama hampir lima bulan terakhir sumber air milik warga semakin menyusut. Untuk mendapatkan air, sebagian warga bahkan harus keluar desa dan menempuh jarak sekitar satu kilometer.
Kini, warga Desa Jepangrejo hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketergantungan terhadap bantuan menjadi pilihan di tengah terbatasnya sumber mata air yang masih bisa warga manfaatkan.
BACA JUGA: Pemkab Semarang Kaji Kenaikan Harga Pasokan Air Bersih PDAM dari PT Sarana Tirta Ungaran
Pujiati berharap penyaluran air bersih dapat terus berjalan agar kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi.
Empat Dukuh Krisis Air Bersih
Desa Jepangrejo menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak serius kekeringan di Kabupaten Blora.
Sedikitnya empat dukuh di desa tersebut menghadapi krisis air bersih, dengan tidak memiliki sumber mata air yang memadai.
Kondisi ini, kata Pujiati, membuat distribusi bantuan air bersih menjadi sangat penting bagi warga.
BACA JUGA: Merawat Kehidupan, Daftar 10 Pohon Bernilai Penting dalam Merti Kayon Blora 2026
Akan tetapi, cepat habisnya pasokan air bersih tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat yang harus warga penuhi.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ainia Salichah, mengatakan, PKK Kabupaten Blora berupaya menyalurkan air bersih kepada masyarakat memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kekeringan ini.
“Kami berharap dapat terus mendorong kepedulian berbagai pihak terhadap warga yang terdampak kekeringan. Terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air,” katanya.
BACA JUGA: Arief Rohman Minta Fasilitas Gedung Baru RSU Permata Blora Sejalan dengan Meningkatnya Mutu Pelayanan
Warga Butuh Pasokan Air Berkelanjutan
Krisis air bersih di Desa Jepangrejo menjadi gambaran beratnya dampak kemarau bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Ketika sumur mulai mengering dan sumber mata air terbatas, warga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap bantuan tidak berhenti pada distribusi sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan selama krisis air masih berlangsung. (*)
Editor: Diaz A Abidin





