Kesehatan

Waspada Ancaman Penyakit di Musim Hujan, dari DBD hingga Leptospirosis

×

Waspada Ancaman Penyakit di Musim Hujan, dari DBD hingga Leptospirosis

Sebarkan artikel ini
Hujan Jateng | BMKG Hujan Pantura Timur | BMKG Cuaca Ekstrem | Curah Hujan Jawa Tengah | Cuaca Pemudik | Cuaca Ekstrem Jateng
Ilustrasi hujan lebat. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Musim hujan di Kota Semarang yang ditandai curah hujan tinggi hampir setiap hari membawa risiko sejumlah penyakit. Apalagi, sejumlah daerah seperti Tembalang, Tlogosari dan lainnya kerap dilanda banjir selepas hujan deras.

Dokter sekaligus dosen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dr Cynthia Arsita, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan selama musim hujan sangat mendukung perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit.

Beberapa penyakit yang sering muncul saat musim hujan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Beberapa penyakit ini muncul karena genangan air akibat hujan deras. Salah satunya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD. Musim hujan seperti ini secara tidak langsung meningkatkan jumlah genangan air,” jelas dr Cynthia saat beritajateng.tv hubungi, Sabtu, 21 Desember 2024.

BACA JUGA: BPBD Jawa Tengah Perkirakan Puncak Musim Hujan Februari 2025: Waspadai Banjir dan Longsor

Ia menyebut, diare juga menjadi ancaman serius ketika musim hujan tiba. Terutama ketika banjir mencemari sumber air bersih.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai leptospirosis. Sebab, penyakit yang tersebabkan oleh bakteri Leptospira itu dapat menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan terinfeksi.

“Masyarakat harus berhati-hati saat berjalan atau beraktivitas di genangan air, terutama jika memiliki luka terbuka. Apabila tidak sengaja berjalan melewati genangan air, maka harus segera dibersihkan menggunakan air mengalir yang bersih dan sabun,” tambahnya.

Pencegahan untuk kurangi risiko penyakit di musim hujan

Lebih lanjut, dr Cynthia menjelaskan, musim penghujan dengan kondisi udara lembap, genangan air, dan minimnya sinar matahari merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur. Sistem drainase buruk juga memperbesar risiko penyakit akibat pencemaran air bersih.

Ia pun menekankan pentingnya langkah pencegahan. Seperti membersihkan lingkungan, menghindari genangan air, menjaga kebersihan diri, dan memastikan makanan serta minuman higienis.

Ia juga menyarankan penerapan program 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) untuk mencegah DBD, serta penggunaan sepatu bot saat beraktivitas di area banjir guna menghindari leptospirosis.

“Jangan lupa segera membersihkan luka dengan antiseptic. Selain itu, Jika terjadi demam tinggi, jangan ragu untuk periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menghindari komplikasi serius,” imbau dr Cynthia.

BACA JUGA: BPBD Kota Semarang Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan dan Potensi Gempa Megathrust

Terakhir, dr Cynthia ikut menyoroti pentingnya edukasi masyarakat mengenai pencegahan penyakit musim hujan. Ia menyebut pemerintah dan fasilitas kesehatan memiliki peran besar dalam memberikan informasi, mengadakan kampanye kebersihan, dan membagikan larvasida sebagai langkah proaktif.

“Musim hujan tak dapat dihindari, tetapi risiko penyakit bisa diminimalkan melalui edukasi dan tindakan pencegahan yang tepat. Mari jaga kebersihan dan kesehatan agar dapat melalui musim ini dengan aman,” tutupnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp