Jateng

Waspada Cuaca Ekstrem, Relawan SAR Perketat Pengawasan Wisata Air di Rawapening dan CLBK

×

Waspada Cuaca Ekstrem, Relawan SAR Perketat Pengawasan Wisata Air di Rawapening dan CLBK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi perahu wisata di danau Rawapening, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Semarang, relawan SAR terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan stakeholder pengelola wisata air di danau Rawapening. Hal ini guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan air.

Koordinator relawan SAR Bejalen, Koko Komarullah mengungkapkan, sudah hampir dua pekan terakhir, cuaca di danau Rawapening cenderung kurang bersahabat. Ini tertandai dengan kecenderungan hujan deras dengan angin kencang.

“Saat pagi hari, cuaca sepertinya cukup bagus. Namun menjelang tengah hari cepat berubah mendung dan turun hujan dalam durasi waktu lama,” ungkapnya, saat beritajateng.tv  konfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa 20, Mei 2025.

Dengan mempertimbangkan cuaca yang tidak menentu ini, jelasnya, relawan SAR di danau Rwapening mengambil langkah untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi, khususnya dengan pengelola dan paguyuban perahu wisata maupun persewaan sampan.

BACA JUGA: Tim SAR Kembali Evakuasi Pemancing Terjebak Enceng Gondok Danau Rawapening

Karena di danau Rawapening ada beberapa paguyuban perahu wisata serta persewaan sampan, mulai dari Jembatan Biru, Sumurup; Kampoeng Rawa, Bejalen; Bukit Cinta hingga Kesongo, Tuntang.

Imbauan-imbauan untuk tidak beroperasi saat cuaca kurang memungkinkan SAR lakukan. Demikian juga kepada para nelayan yang selama ini beraktivitas di perairan danau Rawapening.

“Kami terus mengimbau agar keamanan dan keselamatan yang di dahulukan,” tegasnya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, menyampaikan imbauan soal cuaca tak menentu kepada para pengunjung destinasi wisata Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK).

Kepala Desa (Kades) Kalisidi, Dimas Prayitno mengungkapkan, untuk detinasi CLBK setiap hari ada petugas yang melakukan pemantauan dan pengawasan. Petugas akan memastikan jika terjadi hujan kawasan hulu dengan durasi lebih dari 2 jam, maka lokasi curug Lawe dan curug Benowo akan tutup bagi pengunjung.

Selain itu, pengelola CLBK telah memberikan sosialisasi melalui media sosial CLBK. Hal ini agar pengunjung memanfaatkan update informasi cuaca di sekitar lokasi CLBK. Sehingga, sebelum wisatawan berkunjung akan memperoleh informasi cuaca di lokasi, baik melalui pembaruan cerita di Instagram maupun TikTok.

“Misalnya, apakah di lokasi CLBK sedang hujan atau tidak. Apakah situasinya cukup aman atau sedang tidak memungkinkan dan seterusnya, akan di berikan secara jelas oleh pengelola melalui kanal medos tersebut,” jelasnya.

Pemdes Kalisidi, lanjutnya, juga mengimbau agar para pengunjung selalu mematuhi petunjuk dan arahan dari pengelola CLBK manakala cuaca memang tidak memungkinkan untuk berkunjung.

BACA JUGA: Jaga Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan, PDIP Kabupaten Semarang Tebar 52 Ribu Bibit Ikan di Rawapening

Termasuk jika petugas pengawas dari pengelola CLBK memperingatkan atau meminta agar para pengunjung segera meninggalkan lokasi air terjun.

Imbauan juga diberikan kepada pengunjung, berkaitan dengan kondisi cuaca yang cenderung hujan sebelum siang hari, agar datang lebih pagi.

“Karena kawasan CLBK sudah buka mulai pukul 06.00 WIB. Sehingga sebelum tanda-tanda hujan pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam dan air terjun di CLBK,” tambahnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp