SEMARANG, beritajateng.tv – SD Islam Al Huda terus berupaya menekan kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah melalui pendampingan intensif, kolaborasi dengan orang tua, serta penguatan budaya positif. Kepala SD Islam Al Huda, Indra Nur Kholis, menyebut angka bullying di sekolahnya tergolong sangat kecil dan terus menurun.
“Alhamdulillah, di SD Islam Al Huda angka bullying dan kekerasan itu sangat kecil. Kalau pun ada, biasanya hanya satu atau dua insiden dalam satu semester,” kata Indra saat beritajateng.tv temui di sekolah pada Selasa, 6 Januari 2026.
Indra menjelaskan, setiap insiden yang muncul langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Pihak sekolah melibatkan komite sekolah serta orang tua siswa untuk memastikan penyelesaian berjalan baik dan tidak berlarut-larut.
BACA JUGA: Video Bullying Siswa SMPN Viral, Dinas Pendidikan Blora Berencana Batasi Pemakaian HP Siswa
“Penanganannya selalu cepat, koordinasi dengan komite sekolah dan orang tua. Dengan melibatkan banyak pihak, kami bisa menekan kasus bullying, khususnya di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Selain penanganan kasus, SD Islam Al Huda juga mengedepankan pendekatan pencegahan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan pembiasaan positif. Menurut Indra, kegiatan tersebut efektif mengurangi potensi kekerasan antarsiswa.
“Kami membangun budaya-budaya positif melalui pembiasaan dan kegiatan yang menyenangkan. Ini bukan sekadar nilai karakter, tapi benar-benar kami gunakan untuk mencegah dan mengurangi bullying,” ujarnya.
BACA JUGA: Sepuluh Kepala Daerah Terpilih Berlanjut Presentasi Anugrah Kebudayaan PWI Pusat, Bupati Blora Siap
Pendampingan Guru SD Islam Al Huda Terhadap Siswa
Lebih lanjut, Indra menekankan pentingnya pendampingan guru sebagai kunci utama pencegahan kekerasan di sekolah. Ia menginstruksikan seluruh guru untuk selalu tepat waktu saat pergantian jam pelajaran.
“Saya sampaikan ke Bapak-Ibu guru, jangan sampai terlambat masuk kelas saat pergantian jam. Satu menit saja terlambat, potensi kekerasan bisa terjadi, baik verbal, non-verbal, ejek-mengejek, sampai fisik,” tegasnya.
Pendampingan juga diperketat saat kegiatan di luar kelas, termasuk di masjid. Seluruh guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran, ikut melakukan pengawasan secara dekat.
BACA JUGA: Prihatin Kasus Bullying di SMPN 1, Bupati Blora Bentuk Duta Anti-Bullying di Sekolah
“Kalau kegiatan di luar, pendampingannya sangat dekat. Semua guru terlibat. Itu salah satu alasan kenapa angka bullying bisa ditekan,” pungkas Indra.
Melalui pendekatan kolaboratif, pendampingan intensif, serta penguatan budaya sekolah yang positif, SD Islam Al Huda berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh peserta didik. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





