BLORA, beritajateng.tv – Sepuluh Bupati/Wali kota terpilih, yang akan mendapat penghargaan Anugrah Kebudayaan (AK) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, siap hadir mengikuti tahapan presentasi di Kantor PWI Pusat, Gedung Pers Lantai IV, Jalan Kebonsirih Nomor 34 Jakarta.
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan, sepuluh Bupati/Wali Kota tersebut telah menerima undangan dan telah menyatakan siap hadir bersama pendamping pada 8 s.d. 9 Januari 2026.
“Mereka telah terpilih melalui seleksi lima Dewan Juri kami, dan wajib mengikuti tahapan berikutnya. Kami sudah mengirim undangan melalui PIC masing-masing Kabupaten/Kota,” ungkap Yusuf Susilo lewat sambungan telepon, Selasa, 6 Januari 2026.
Yusuf menambahkan, sebelumnya sepuluh kepala daerah tersebut Dewan Juri pilih setelah menilai berkas proposal dengan banyak lampiran. Lampiran itu berupa video, PPKD, Perda, link berita, foto-foto dokumentasi, dll.
BACA JUGA: Hari Pers Nasional, 5 Rektor Kampus di Semarang Bahas Nasib Wartawan di Era AI
Keseluruhan berkas bisa mencapai puluhan sampai ratusan halaman. Dan untuk mendalami lebih lanjut kebenaran proposal dan lampirannya itu, masing-masing Bupati/Wali Kota diundang presentasi secara langsung di PWI Pusat.
Dewan Juri AK PWI – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 terdiri 5 orang, berasal dari dalam dan luar PWI Pusat, yakni Dr. Nungki Kusumastuti (dosen IKJ, penari, dan artis film), Agus Dermawan T. (pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI), Sudjiwo Tejo (seniman, budayawan, mantan wartawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat), Akhmad Munir (Dirut LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030), dan Yusuf Susilo Hartono (wartawan senior, pelukis dan penyair, direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat).
Kesepuluh kepala daerah tersebut terdiri tiga wali kota, masing-masing: 1) Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat; 2) Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun; dan 3) Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskan.





