SEMARANG, beritajateng.tv – Efek elektoral yang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berikan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terasa mampu meraup caruk suara pendukung PDI Perjuangan. Tak hanya pada PSI yang diketuai oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, Presiden dua periode itu juga mampu meningkatkan elektabilitas putera sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Cawapres Prabowo Subianto.
Hal itu merupakan ungkapan dari pengamat politik Universitas Diponegoro, Wahid Abdulrahman. Menurutnya, tak menutup kemungkinan basis suara PDI Perjuangan di Jawa Tengah bisa Jokowi ambil melalui PSI dan paslon Prabowo-Gibran.
“Itu efek elektoral yang luar biasa, dan itu yang kemudian harus dicermati oleh partai lain yakni PDIP, karena kan nampaknya akan mengambil suara dari PDIP. Misalnya nanti di Solo Raya atau Semarang,” ujar Wahid, Senin 11 Desember 2023.
Wahid menyebut, sosok Jokowi mungkin menjadikan PSI sebagai panggung. Alasannya, cukup susah bagi Jokowi menggunakan partai pengusungnya, PDI Perjuangan, lantaran kaderisasi partai banteng itu terkenal cukup kuat.
BACA JUGA: Joget Gemoy di HUT PSI, Prabowo: Gagasan Kita Paling Hebat, Nggak Usah Ragu
“Dalam perspektif keluarga Presiden kan butuh panggung ya, yang paling memungkinkan ini PSI. Karena di PDIP itu butuh proses yang panjang dan filter ketat. Tingkat kompetisi di antara kader mereka jauh lebih kuat, pemegang saham PDIP tentu Bu Mega,” jelas Wahid.
Keuntungan Jokowi melalui PSI
Menurut dosen FISIP Undip tersebut, keuntungan yang Jokowi ambil melalui PSI bisa terjadi jika paslon Prabowo-Gibran memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Dalam hal ini, Kaesang selaku Ketua Umum bisa jadi mendapat kursi Menteri dalam kabinet di bawah pemerintahan Prabowo.
“Kalau PSI ini kan masih sangat cair, di sana lah kemudian keduanya (Jokowi dan PSI) saling mendapatkan benefit. Siapa tau nanti misalnya Prabowo presiden, kemudian Kaesang jadi menterinya, siapa tau? PSI menjadi fenomena menarik di Indonesia hari ini,” sambungnya.
Kendati status Jokowi masih sebagai Presiden RI usungan PDIP, namun Wahid menilai Jokowi bisa menyampaikan dukungannya meski tak secara eksplisit. Terlebih, posisi Kaesang sebagai Ketum PSI, yang mana partai tersebut mendukung paslon Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Hubungan biologis antara ayah dan anak tak bisa terpungkiri menurut Wahid.
Dalam pandangannya, tersebarnya baliho, bendera, hingga spanduk PSI di Jawa Tengah ini mencuatkan tanda tanya besar. Tak mungkin baginya PSI yang tak memiliki struktural partai kuat di daerah mampu melakukan hal itu tanpa mendapat sokongan bantuan dari pusat.
“Apalagi anak biologisnya jadi ketum, tidak ada namanya mantan anak, mantan partai kan bisa, ini yang membuat Pak Jokowi jelas support PSI. Kalau kita lihat Jateng yang diklaim kandang banteng itu di semua wilayahnya tersebar baliho PSI, itu tidak mungkin jika tak ada dukungan SDM apalagi modal,” terangnya.
BACA JUGA: Klaim 35 Ribu Orang Hadir Rayakan HUT di Stadion Jatidiri, PSI: Kota Semarang Miniaturnya Indonesia
Adapun dukungan SDM dan modal yang membuat PSI bisa eksis di Jawa Tengah. Bagi Wahid, tak menutup kemungkinan berasal dari Jokowi yang kini menduduki kursi pemerintahan pusat.
“Modal dan SDM-nya dari mana? Memungkinkan dari lingkaran kekuasaan, dari istana, ini benefit dan sinyal dukungan (Jokowi) ke sana,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila




