SEMARANG, beritajateng.tv – Turnamen sepak bola Solidarity Cup DPD PSI Kota Semarang pada Minggu, 25 Januari 2026 bukan sekadar ajang adu gengsi antartim, tetapi menjadi ruang temu solidaritas, sportivitas, dan pembinaan bibit muda olahraga di level akar rumput.
Kegiatan ini sukses berlangsung selama 12 jam penuh, sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dengan 16 tim dari Semarang dan sekitarnya.
Ketua Umum DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, menyebut Solidarity Cup sebagai refleksi nilai perjuangan bersama. Menurutnya, kemenangan tidak hanya dari keunggulan individu, tetapi juga kesolidan dan kerja sama tim. Nilai inilah yang ingin pihaknya tanamkan melalui turnamen perdana DPD PSI tersebut.
“Dari Solidarity Cup ini kita mengambil hikmah bahwa menuju kemenangan butuh keunggulan, kesolidan, dan kerja sama tim. Ini nilai penting yang bisa kita petik,” ujar Bangkit usai turnamen di Mini Soccer Singosari Sport Arena PIP Semarang.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-11, PSI Semarang Kuatkan Struktur Internal Agar Lebih Dekat dengan Masyarakat
Ia menambahkan, Solidarity Cup menjadi DPD Cup pertama yang digelar PSI Kota Semarang dan harapannya bisa berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Meski masih berskala daerah, kegiatan ini ia nilai sebagai langkah awal menghadirkan PSI di tengah masyarakat melalui kegiatan positif dan merakyat.
“Kami ingin PSI hadir dan bekerja untuk rakyat, salah satunya lewat kegiatan olahraga seperti ini. Selain memperkuat solidaritas, juga membuka peluang menemukan bibit-bibit muda olahraga,” jelasnya.
Ketua Panitia, Aji, mengungkapkan antusiasme peserta yang tinggi membuat panitia membuka kesempatan bagi tim berdomisili Semarang meski ber-KTP luar kota. Langkah ini guna memperluas jangkauan turnamen sekaligus mengenalkan Solidarity Cup ke komunitas sepak bola yang lebih luas.
“Awalnya kami rencanakan khusus KTP Semarang, tapi karena antusiasme tinggi akhirnya dibuka untuk domisili Semarang meski KTP luar kota,” kata Aji.
Keberhasilan Zayn Fc di Solidarity Cup PSI Semarang
Dari hasil pertandingan, Zayn FC keluar sebagai juara pertama, usai menumbangkan Markentir FC dengan skor 5-2. Juara tiga bersama diraih Buyar FC dan Mandala United.
Aji menyebut keempat tim tersebut merupakan langganan juara di berbagai turnamen lokal, menandakan kualitas kompetisi yang cukup berkelas.
Keberhasilan Zayn FC tak lepas dari kekompakan tim. Erik, pemain bernomor punggung 9 sekaligus top skor turnamen, mengaku timnya tidak memiliki persiapan khusus. Chemistry yang terbangun dari seringnya mengikuti turnamen bersama menjadi kunci utama.
BACA JUGA: PSI Semarang Dorong RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Lawan Korupsi dan Kejahatan Lintas Sektor
“Kami enggak ada latihan rutin, tapi sering ikut turnamen bareng. Chemistry sudah terbentuk lama, jadi alhamdulillah bisa juara,” ujar Erik.
Ia juga menilai Solidarity Cup sebagai kegiatan positif di tengah maraknya berita negatif. Erik berharap turnamen serupa bisa terus digelar dan berkembang di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





