SEMARANG, beritajateng.tv – Guru Besar Hukum Administrasi Negara Universitas Sebelas Maret, I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, mengapresiasi gagasan Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh, yang tertuang dalam disertasi “Rekonstruksi Regulasi Proyek Strategis Nasional Berbasis Nilai Keadilan Ekologis”.
I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani yang merupakan tim penguji tersebut menilai gagasan keadilan ekologis dalam regulasi PSN yang Mohammad Saleh tawarkan merupakan gagasan yang implementatif dan layak di aplikasikan dalam kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Hasil kajian ini patut diapresiasi dan ditindak-lanjuti dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional,” ujar I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat Summa Cumlaude. Serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Pencapaian ini teraih setelah ia berhasil mempertahankan dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam penelitiannya, Saleh mengkaji sekaligus merekonstruksi regulasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal itu agar selaras dengan prinsip keadilan ekologis, perlindungan lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Raih Gelar Doktor Hukum, Predikat Summa Cumlaude
Konsep yang ditawarkan menempatkan alam bukan semata sebagai objek pembangunan yang berorientasi ekonomi. Tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keberlanjutan generasi mendatang.
“Mohammad Saleh berusaha mendesain regulasi agar tidak hanya melihat alam sebagai objek ekonomi, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilestarikan demi keadilan antargenerasi,” ujar Ayu.

Ayu juga menilai Mohammad Saleh berhasil mengidentifikasi sejumlah kelemahan dalam regulasi pembangunan PSN yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi prinsip keadilan ekologis.




