Ekbis

1.426 Penerima Manfaat Ikuti PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Lahirnya Wirausaha Baru

×

1.426 Penerima Manfaat Ikuti PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Lahirnya Wirausaha Baru

Sebarkan artikel ini
1.426 Penerima Manfaat Ikuti PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Bidik Lahirnya Wirausaha Baru
Launching Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat atau PEKA. (Ellya/beritajateng.tv)

Ia mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan siap membangun kolaborasi untuk memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada penerima manfaat maupun ahli waris yang ingin mengembangkan usaha.

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan PEKA, Dorong Ahli Waris Bangkit dan Mandiri Secara Ekonomi 

“Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Program PEKA juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan melalui penguatan kemandirian masyarakat.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA lahir dari perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan peserta dan ahli waris setelah menerima manfaat jaminan sosial.

BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan santunan tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi dapat menjadi modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif,” ujar Saiful.

Ia menegaskan PEKA membawa perubahan pendekatan dalam perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” katanya.

Program ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat memanfaatkan dana yang diperoleh secara lebih terarah. Selain memenuhi kebutuhan keluarga, sebagian manfaat dapat menjadi modal untuk membangun atau mengembangkan kegiatan ekonomi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten Arimeita Wahyu Adi mengatakan, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan sosial benar-benar memberikan dampak berkelanjutan bagi keluarga peserta.

Menurutnya, kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung tidak seharusnya membuat keluarga kehilangan masa depan.

“Melalui PEKA, kami ingin mendorong penerima manfaat untuk bangkit, memiliki keterampilan, mengembangkan usaha, dan pada akhirnya mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Arimeita.