SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memilih mengerem belanja internal setelah pemerintah kota melakukan efisiensi atau penyesuaian anggaran. Efisiensi sebesar 15,38 persen DLH Semarang terapkan dengan menunda sejumlah kebutuhan yang belum mendesak.
Salah satu keputusan paling besar adalah membatalkan pelaksanaan renovasi kantor DLH. Proyek fisik tersebut menurutnya, belum menjadi kebutuhan prioritas sehingga anggarannya beralih dalam rangka efisiensi.
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan pemangkasan terutama menyasar belanja barang dan jasa serta sejumlah pengadaan yang belum berjalan.
“Kalau kami hitung, efisiensi di DLH sebesar 15,38 persen. Yang paling banyak di pangkas berasal dari pos barang dan jasa serta pengadaan yang belum berjalan,” kata Glory, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, DLH tidak memangkas anggaran secara merata pada seluruh kegiatan. Dinas lebih dulu memilah program berdasarkan tingkat urgensi agar efisiensi tidak mengganggu tugas utama.
Renovasi kantor menjadi salah satu kegiatan yang akhirnya tidak terlaksana. DLH menilai kondisi kantor masih memungkinkan digunakan sehingga renovasi dapat ditunda.
“Yang paling besar contohnya renovasi kantor. Kami efisiensi dan tidak melaksanakannya karena belum menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain renovasi, penghematan juga menyentuh kebutuhan operasional internal. Anggaran alat tulis kantor (ATK) serta belanja makan dan minum untuk rapat internal ikut disesuaikan.
BACA JUGA: Dewan Pertanyakan Rencana Efisiensi Pemkot Semarang, Herlambang: PAD Cuma 88 Persen, Salah Siapa?
Langkah tersebut menunjukkan efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penundaan proyek fisik. DLH juga mengurangi pengeluaran rutin yang masih dapat pemerintah tekan tanpa memengaruhi pekerjaan utama.
Glory memastikan kebijakan tersebut tidak di arahkan untuk mengurangi pelayanan lingkungan hidup kepada masyarakat. Kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan warga tetap menjadi prioritas.
“Mudah-mudahan tidak memengaruhi pelayanan karena efisiensi ini lebih ke internal tim kami. Kalau untuk pelayanan masyarakat, tetap kami prioritaskan agar terus berjalan,” tegasnya. (*)





