SEMARANG, beritajateng.tv – Aktivitas perdagangan hewan ternak, dua pekan menjelang Hari Raya Kurban di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang disebut masih sepi.
Kondisi tersebut pedagang maupun para blantik (makelar) hewan ternak ungkap, di pasar hewan ternak yang aktivitasnya hanya berlangsung setiap pasaran Pon tersebut.
“Pasaran Pon hari ini masih tergolong sepi. Tidak seramai Pon sebelumnya,” ungkap Slamet Riyadi (69) salah seorang blantik, di Pasar Hewan Ambarawa, Jumat 16 Mei 2026.
Slamet menyebut, kondisi ini antara lain karena banyak peternak serta penjual hewan ternak yang tidak membawa dagangannya ke pasar hewan Ambarawa.
BACA JUGA: Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2026, Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik Indonesia
Di sisi lain, masa-masa menjelang Hari Raya Kurban seperti sekarang ini banyak pembeli yang langsung datang ke kandang para peternak untuk memilih langsung.
“Sekarang ini kan banyak panitia- panitia Kurban, yang memilih dan membeli hewan ternak untuk kurban langsung ke kandang- kandang para peternak,” jelasnya.
Padahal, masih kata Slamet, untuk saat ini harga hewan ternak sedang bagus- bagusnya. Bahkan lebih bagus jika dibandingkan dengan Hari Raya Kurban tahun sebelumnya.
Menurutnya, untuk hewan ternak, khususnya sapi, yang banyak masyarakat cari pada momentum Hari Raya Kurban kali ini adalah hewan ternak dengan harga kisaran Rp 24 hingga Rp 25 juta per ekor.
Kalau tahun lalu, hewan kurban yang banyak orang cari hanya berkisar Rp 21 hingga Rp 23 juta per ekor. “Walaupun selisih Rp 2 juta per ekor, saat ini belum ramai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan, RPH dan Pasar Hewan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Muhamad Hidayat mengatakan, perdagangan di Pasar Hewan Ambarawa mulai menggeliat.
Terlebih Hari Raya Kurban semakin dekat. “Tiga pasaran Pon terakhir, hewan ternak dari wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya sudah banyak yang masuk ke pasar hewan Ambarawa,” jelasnya.
Karena minat para pembeli hewan ternak untuk kebutuhan Harj Raya Kurban juga terus meningkat. Sejak awal Mei lalu, sapi yang masuk mencapai 300 ekor setiap pasaran Pon.
Sedangkan untuk transaksinya secara umum stabil mencapai sekitar 100-an ekor setiap pasaran Pon. Jelang Hari Raya tahun kemarin rata- transaksinya hampir sama.
BACA JUGA: Nikmati Libur Idul Adha 2025 dengan Mengunjungi Wisata Berikut ini, Lokasinya di Yogyakarta
Demikian pula dengan harga jual, juga relatif tidak banyak perbedaan. Kalaupun ada kabar harga jual sapi naik, itu karena pembeli memang tertarik atau suka dengan kondisi fisik sapinya.
“Sehingga berapa pun harga yang penjual minta, pasti akan di bayar sepanjang kenaikan harganya masih teranggap wajar. Karena pembekinya memang sudah suka,” tambahnya.
Hidayat juga menyampaikan untuk harga jual satu ekor sapi menjelang Hari Raya Kurban kali ini, umumnya mencapai Rp 25 juta ke atas. Untuk harga di bawah Rp 25 juta, lebih sedikit,” jelasnya.
Sementara puncak aktivitas perdagangan hewan ternak prediksinya akan berlangsung pada dua pasaran Pon terakhir sebelum Idul Adha nanti. Yakni pada tanggal 21 dan 26 Mei 2026 nanti.
“Tetapi puncaknya mungkin akan berlangsung pada saat prepegan. Atau sehari menjelang Hari Raya Kurban, pada tanggal 26 Mei 2026 mendatang,” tandas Hidayat. (*)
Editor: Farah Nazila





