SEMARANG, beritajateng.tv – Investasi uang kuno mulai dilirik sebagai alternatif baru di tengah tren investasi digital dan logam mulia. Nilai koleksi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir membuat uang kuno ternilai memiliki prospek menjanjikan, termasuk bagi generasi muda.
Owner Coin Antique, Eggiansyah El Islamy, mengatakan harga sejumlah koleksi uang kuno mengalami kenaikan signifikan dalam waktu relatif singkat. Salah satu contohnya adalah koin perak Wilhelmina peninggalan era Belanda yang kini banyak kolektor buru.
“Untuk nilai investasi uang kuno ini saya bisa bilang sangat-sangat menjanjikan,” ujar Eggiansyah saat beritajateng.tv temui di Queen City Mall pada Jumat, 15 Mei 2026.
BACA JUGA: Hadiri Upacara HUT RI Terakhir Sebagai Gubernur dan Wakil, Ini Kata Ganjar dan Gus Yasin pada Masyarakat Jateng
Ia mencontohkan harga koin perak Wilhelmina yang dua tahun lalu masih berada di kisaran Rp200 ribu per keping, kini melonjak menjadi Rp750 ribu hingga Rp800 ribu per keping.
“Cuma dalam jangka waktu dua tahun. Maka kita bisa bilang ini sangat menjanjikan sebagai sarana investasi alternatif,” katanya.
Menurut Eggiansyah, tren investasi kini mulai bergeser. Anak muda tidak lagi hanya fokus pada saham, reksa dana, atau instrumen digital, tetapi mulai tertarik pada barang koleksi yang memiliki bentuk fisik dan nilai unik.
“Anak-anak muda sekarang bisa melihat investasi itu enggak sekadar di saham atau reksa dana, tapi juga bisa di hal-hal unik seperti uang kuno, logam mulia, atau kartu Pokemon,” ujarnya.
Ia mengakui minat generasi muda terhadap uang kuno memang belum sebesar tren kartu koleksi. Namun, ketertarikan terhadap dunia numismatik disebut terus berkembang karena faktor kelangkaan dan desain unik yang dimiliki setiap koleksi.
“Mereka melihat kelangkaan di situ, mereka melihat keunikan di situ, makanya cukup tertarik dengan uang kuno ini,” jelasnya.





