SEMARANG, beritajateng.tv – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang menggelar aksi tegas terhadap para pelaku usaha yang membandel. Aparat melangsungkan penindakan pelanggar PPKM Semarang dengan menyemprotkan air dari truk pemadam kebakaran pada Senin malam.
Petugas menyasar 11 tempat usaha di kawasan Kecamatan Ngaliyan serta Distrik Mijen. Penyemprotan air menyapu warung angkringan, toko es kelapa muda, hingga warung makan Padang yang terbukti melanggar aturan pembatasan darurat.
Alasan Penindakan Pelanggar PPKM Semarang
Penyemprotan air secara mendadak membuat para pengunjung panik dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Aksi tegas petugas menyebab area kedai, meja makan, serta kendaraan roda dua milik pengunjung basah kuyup terkena guyuran air.
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan bahwa pengelola tempat usaha melakukan pelanggaran berlapis. Pihaknya mendapati pemilik usaha masih menyediakan layanan makan di tempat serta beroperasi melebihi batas waktu pukul 20.00 WIB.
“Kami membawa Damkar karena tidak ingin berkompromi dengan pelanggar PPKM,” tegas Fajar.
Fajar menyebut tindakan para pedagang sangat tidak wajar mengingat pemerintah kota sudah gencar melangsungkan sosialisasi aturan darurat. Aparat sengaja membawa armada pemadam kebakaran demi memberikan efek jera secara langsung kepada para pelanggar.
“Jika melanggar aturan, langsung kami semprot menggunakan air pemadam,” kata Fajar.
Fajar mendesak para pedagang kaki lima di kawasan Mijen menaati seluruh ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat. Pihaknya sangat prihatin karena angka penularan virus korona di wilayah tersebut sedang mengalami kenaikan drastis.
“Saat kami menggelar penertiban, beberapa mobil ambulans melintas membawa pasien,” ujar Fajar.
Fajar mengimbau jajaran aparat kecamatan di Kota Semarang agar tidak ragu melaporkan tempat usaha yang membandel. Pihak Satpol PP siap menerjunkan personel gabungan demi menegakkan aturan keselamatan warga selama masa pengetatan daerah. (*)





