Pariwisata

15 Ribu Peserta Ramaikan Karnaval Paskah Semarang, Lintas Agama Perkuat Pesan Toleransi

×

15 Ribu Peserta Ramaikan Karnaval Paskah Semarang, Lintas Agama Perkuat Pesan Toleransi

Sebarkan artikel ini
15 Ribu Peserta Ramaikan Karnaval Paskah Semarang, Lintas Agama Perkuat Pesan Toleransi
Aksi teatrikal Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 di Jalan Pemuda depan Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 15.000 peserta memeriahkan Karnaval Paskah Kota Semarang yang terselenggara pada Jumat, 17 April 2026.

Pawai ini berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama yang berjalan dari kawasan Kota Lama menuju Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda.

Karnaval tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang kolaborasi antar komunitas. Peserta berasal dari sekolah, gereja, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi perempuan, hingga komunitas lintas agama.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengapresiasi antusiasme peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut seluruh pembiayaan kegiatan bahkan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing peserta.

“Pesertanya lebih dari 15 ribu orang dan semuanya berpartisipasi secara mandiri. Ini luar biasa. Terima kasih kepada umat Kristen dan Katolik, serta kehadiran saudara-saudara dari agama lain yang ikut meramaikan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan lintas agama, termasuk umat Hindu, komunitas difabel, hingga berbagai forum masyarakat, menunjukkan kuatnya nilai toleransi di Kota Semarang.

“Kota Semarang adalah kota yang damai. Kegiatan seperti ini menjadi daya tarik wisata sekaligus menunjukkan bahwa investasi di kota ini aman dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval Paskah, FX Suhanto Pr, menyebut perayaan tahun ini menjadi momen istimewa bagi umat Kristen dan Katolik karena dapat kembali merayakan Paskah di ruang publik.

BACA JUGA: Siang Nanti Ada Karnaval Paskah Kota Semarang 2026, Cek Rekayasa Lalin dan Tempat Parkirnya

“Tahun ini menjadi berkat bagi kami karena bisa merayakan Paskah di jalan raya. Ini bentuk kepercayaan yang harus kami jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, panitia berkomitmen menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kolaborasi lintas agama juga menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan acara ini.

“Kami melibatkan berbagai unsur lintas agama, mulai dari FKUB, umat Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan. Bahkan pengamanan juga dibantu oleh teman-teman dari Muhammadiyah dan NU,” jelasnya.