Jateng

297 PNS Pemkot Semarang Resmi Dilantik, Agustina: Energi Segar untuk Pelayanan Publik

×

297 PNS Pemkot Semarang Resmi Dilantik, Agustina: Energi Segar untuk Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
297 PNS Baru Pemkot Semarang Resmi Dilantik, Agustina: Energi Segar untuk Pelayanan Publik
Foto bersama seusai pelantikan PNS baru Pemkot Semarang di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Selama masa tersebut, mereka mengikuti pelatihan dasar untuk memahami nilai-nilai ASN, kode etik, serta kode perilaku aparatur negara.

“Awalnya ada 301 CPNS yang mengikuti proses ini. Namun satu orang mengundurkan diri, dua penyuluh pertanian beralih ke Kementerian Pertanian, dan satu orang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk diangkat menjadi PNS. Sehingga hari ini yang resmi dilantik sebanyak 297 orang,” ungkap Joko.

Ia menjelaskan ASN yang dilantik terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Sementara kebutuhan tenaga guru pada seleksi sebelumnya dipenuhi melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Untuk memenuhi kebutuhan pegawai ke depan, lanjut Joko, Pemkot Semarang telah mengusulkan 540 formasi ASN kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kami masih menunggu persetujuan formasi dari pemerintah pusat. Formasi tersebut mencakup guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis,” katanya.

Joko menuturkan pengajuan formasi baru ini berdasarkan prinsip zero growth. Yakni jumlah pegawai yang direkrut disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun.

“Kurang lebih ada 540 pegawai yang pensiun tahun ini, sehingga kami mengusulkan jumlah formasi yang sama. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan belanja pegawai agar tetap sehat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Semarang saat ini memiliki sekitar 16 ribu ASN, sementara berdasarkan analisis beban kerja idealnya membutuhkan sekitar 22 ribu pegawai.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga rasio belanja pegawai agar tidak melebihi 30 persen dari total APBD.

“Kami memang masih kekurangan pegawai jika melihat kebutuhan ideal. Namun menjaga kesehatan APBD juga menjadi prioritas agar anggaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap optimal,” tegas Joko. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp