Jateng

3.866 Warga Semarang Teken Petisi Evaluasi PKK, Ini Tujuh Tuntutan Warga

×

3.866 Warga Semarang Teken Petisi Evaluasi PKK, Ini Tujuh Tuntutan Warga

Sebarkan artikel ini
3.866 Warga Semarang Teken Petisi Evaluasi PKK, Ini Tujuh Tuntutan Warga
Ilustrasi Pilah sampah PKK Kota Semarang. (Doc. AI)

“Pilah sampah dan taman TOGA memang bagus. Tapi kalau dilakukan seminggu sekali, susah bagi yang bekerja. Kami juga butuh waktu untuk istirahat,” kata Puji.

Keluhan serupa muncul terkait sosialisasi yang wajib di hadiri pengurus PKK. Puji menilai kewajiban menghadiri berbagai kegiatan dapat menyulitkan kader dalam mengatur waktu, terlebih jika kegiatan berlangsung pada hari kerja.

Ia juga menyoroti pelaksanaan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN) dan posyandu.

Menurutnya, program kesehatan masyarakat tetap penting, tetapi pembagian tugas dan jadwal pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kesibukan warga.

“Sebetulnya PJN itu bagus, hanya saja kalau berjalan pada hari-hari produktif, susah juga membagi waktunya,” ujarnya.

Puji berharap Pemkot Semarang mengevaluasi pelaksanaan program tersebut tanpa menghilangkan manfaatnya. Ia ingin kegiatan PKK tetap berjalan, tetapi lebih sesuai dengan kapasitas dan ketersediaan waktu para kader.

Petisi Usulkan Tujuh Poin Perubahan

Dalam petisi berjudul “Mendorong Pemkot Semarang Menyederhanakan Kegiatan PKK agar Lebih Efektif & Efisien” di gagas Farrah Diba melalui platform Change.org pada Rabu (14/10/2026).

Petisi itu muncul setelah keluhan mengenai kegiatan PKK ramai di media sosial Threads. Inisiatif tersebut kemudian menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Penggagas petisi menegaskan bahwa usulan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap Gerakan PKK. Warga tetap mendukung kegiatan pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, dan perbaikan lingkungan.

Namun, mereka meminta pelaksanaannya lebih adaptif terhadap kondisi warga yang beragam. Termasuk ibu bekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keluarga dengan anak kecil, lansia, serta masyarakat dengan keterbatasan waktu.

Dalam petisi tersebut, warga mengajukan tujuh poin evaluasi kepada Pemkot Semarang dan Tim Penggerak PKK Kota Semarang.

BACA JUGA: TP PKK Semarang Siapkan Handbook Karakter Jawani, Targetkan Penerapan di 350 Pos PAUD 

Pertama, warga mengusulkan pemilahan sampah berjalan secara mandiri di rumah masing-masing.

Sampah yang telah di pilah kemudian dapat di ambil petugas kebersihan atau mitra resmi sesuai jadwal.