Jateng

30 Siswa SMAN 2 Kudus Masih Dirawat Usai Dugaan Keracunan MBG

×

30 Siswa SMAN 2 Kudus Masih Dirawat Usai Dugaan Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
MBG Pesantren | mbg blora
Penyajian makanan di SPPG Ngawen 1 Blora, sebelum disalurkan ke penerima manfaat. (Heri/beritajateng.tv)

KUDUS, beritajateng.tv – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, masih menyisakan persoalan.

Hingga Jumat, 30 Desember 2026 petang sebanyak 30 siswa masih menjalani perawatan intensif. Hal itu akibat mengalami muntah dan diare setelah menyantap menu soto ayam yang disajikan pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus mencatat total 131 siswa terdampak dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 101 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, menjelaskan jumlah korban mengalami peningkatan daripada data awal. Pada hari pertama kejadian, tercatat 118 siswa mengalami keluhan, namun angka tersebut bertambah setelah pendataan lanjutan.

“Total pasien yang sempat di rujuk ke rumah sakit mencapai 131 orang. Saat ini, yang masih menjalani rawat inap ada 30 siswa dengan keluhan utama muntah dan diare,” ujar Mustiko saat beritajateng.tv hubungi pada Jumat, 30 Januari 2026 malam.

BACA JUGA: Target Penerima Manfaat MBG 82,9 Juta, Kopdes Jadi Tulang Punggung Pasokan Pangan

Total peserta didik SMAN 2 Kudus mencapai 1.178 siswa, terdiri dari 466 siswa laki-laki dan 712 siswa perempuan. Selain pelajar, satu orang petugas kebersihan (cleaning service) juga turut menjadi korban dan menjalani perawatan. Para korban tersebar di tujuh rumah sakit berbeda di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons serius kejadian tersebut. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kudus, termasuk menelusuri kemungkinan kelalaian dalam proses pengolahan maupun distribusi makanan.

“Nanti kita akan cek. Biasanya itu langsung kita cek. Kita lihat bagaimana penanganannya, lalu kita evaluasi MBG-nya,” ujar Gus Yasin saat beritajateng.tv temui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

BACA JUGA: Kekurangan SDM Guru, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Singgung Upah Tenaga MBG Lebih Besar

Menurutnya, evaluasi akan jadi fokus untuk menelusuri sumber persoalan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan.

“Sehingga nanti bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari hulunya, masaknya, atau dari distribusinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PMSA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menyebut pihaknya telah mengirimkan tim ke Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah III yang menaungi SMAN 2 Kudus. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp