Masjid Zayed dibangun di atas tanah bekas Depo Pertamina, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari. Pembangunan masjid tersebut menelan dana sekitar Rp 278 miliar yang lengkap dengan fasilitas penunjangnya.
4. Lantai marmer dari Italia
Seluruh material lantai dan sebagian dinding masjid agung Sheikh Zayed didatangkan dari Italia. Marmer ini didatangkan bertahap, pertama ke Jakarta baru kemudian diangkut melalui jalur darat ke solo setelah melalui proses fabrikasi.
BACA JUGA: Berikut Ini Daftar Wisata di Solo yang Lagi Hits, Nomor 4 Serasa di Eropa
5. Terdapat 606 keran wudhu
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mempunyai 606 keran untuk wudu. Khusus untuk putri, tempat wudu tersebut berada di basement. Sementara untuk putra, ada tempat wudu yang di basement dan ada pula yang di sisi selatan masjid dekat kawasan parkir.(*)





