Politik

Jokowi Pamer KTA PSI, Pengamat Undip: Unjuk Diri Masih Berpengaruh, Ancang-ancang Menuju Pemilu 2029

×

Jokowi Pamer KTA PSI, Pengamat Undip: Unjuk Diri Masih Berpengaruh, Ancang-ancang Menuju Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Jokowi PSI
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan, saat ditemui di kantornya, Rabu, 7 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ԁinilai menjadi bagian dari ancang-ancang politik menuju Pemilu 2029.

Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan, melihat langkah Jokowi tersebut sebagai upaya mempertegas afiliasi politik sekaligus menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh di tingkat nasional.

Bangkit melihat, keberadaan PSI berpotensi menjadi salah satu kendaraan politik Jokowi, termasuk bagi kepentingan politik putranya, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka, menjelang Pilpres 2029.

“Kita kemarin baru dengar berita tentang Pak Jokowi, beliau menunjukkan KTA sebagai anggota PSI. Nah, dan juga sudah bilang kalau sudah dari tahun lalu beliau gabung dari PSI, tapi kan ini suatu hal yang sudah kita ketahui sejak beberapa tahun kemarin,” ujar Bangkit saat ԁitemui beritajateng.tv di kantornya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Pihaknya mengatakan, kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya telah terlihat sejak menjelang Pemilu 2024, terlebih setelah Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI.

“Nah, sekarang ini kelihatannya Pak Jokowi menunjukkan kedekatannya lebih kuat atau istilah lainnya adalah Pak Jokowi ini melakukan safari politik ke banyak tempat,” katanya.

BACA JUGA: Sentil Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Sudewo: Jangan Memfitnah Saya Terus

Dalam hematnya, safari politik dan penegasan keanggotaan Jokowi di PSI juga tidak terlepas dari kondisi politik nasional saat ini, termasuk polemik yang menyangkut Gibran.

“Kemungkinan ada kaitan dengan kondisi politik nasional sekarang, terutama terkait dengan Wapres, Mas Gibran, yang banyak ԁipertanyakan terkait dengan ijazah kelulusannya,” tuturnya.

Bangkit menilai, Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki afiliasi politik yang jelas dan dapat menggunakan PSI sebagai salah satu wadah untuk membangun kekuatan politik menghadapi 2029.